Kendaraan 7 Seater Diprediksi Masih Diminati di Tahun 2019, Tapi Nunggu Usai Gelaran Pemilu Serentak

Kendaraan 7 Seater Diprediksi Masih Diminati di Tahun 2019, Tapi Nunggu Usai Gelaran Pemilu Serentak.

Kendaraan 7 Seater Diprediksi Masih Diminati di Tahun 2019, Tapi Nunggu Usai Gelaran Pemilu Serentak
TRIBUNNEWS/A PRIANGGORO
Model memamerkan mobil murah Toyota Cayla di pabrik Daihastu di Karawang, Jawa Barat, Selasa (2/8/2016). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pasar otomotif di Jatim pada 2019 diprediksi wait and see lantaran adanya momen politik.

Menurut Director Sales & Marketing PT United Motor Centre, Fredy Teguh, masyarakat sepertinya banyak yang menunda pembelian mobil sampai selesai pemilu 2019 yang digelar secara serentak pada 17 April, baik pemilu legislatif maupun pemilihan presiden.

"Karena menunggu kebijakan-kebijakan baru juga jadi mungkin pelaku otomotif Jatim akan pasang target yang moderat atau tidak banyak berubah dibanding tahun ini," ujarnya, kepada TribunJatim.com (Tribunmadura.com Network), Senin (24/12/2018).

Fredy menjelaskan, sepanjang 2018 ini industri otomotif di Jatim secara total brand berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,5 persen dibanding tahun lalu.

Satu di antara faktornya adalah banyaknya produk baru yang bermunculan sehingga membuat masyarakat cukup terpacu untuk membeli mobil.

"Tahun depan saya pikir juga akan ada beberapa merek yang meluncurkan produk baru dengan tujuan mempertahankan market, hanya saja growth tahun depan tidak akan signifikan," ujarnya.

Fredy menambahkan, sepanjang 2018 ini yang masih menjadi primadona di pasar otomotif ialah mobil segmen LCGC 7 seater seperti Daihatsu Sigra, Toyota Calya, dan lain sebagainya.

"Ini karena masyarakat cenderung suka mobil yang mampu mengakomodasi penumpang lebih banyak dibanding hatchback. Nah, tahun depan mungkin akan sama trennya seperti sekarang, tidak banyak berubah. LCGC 7 seater masih akan diminati, lalu disusul MPV," tambahnya.

Kemudian dari sisi industri kendaraan roda dua, pada 2019 nanti diproyeksikan akan tetap tumbuh positif meski memasuki tahun politik.

"Secara historis, sejauh ini di Jatim apabila ada momen pemilu atau pilkada selalu kondusif, aman, dan damai," ujar General Manager Marketing PT Surya Timur Sakti Jatim Agung Mundi.

Sehingga, lanjut dia, industri manufaktur masih berpotensi menggeliat dan tidak takut untuk melakukan investasi meskipun pemilu .

Ditambah, beberapa proyek jalan tol yang sudah selesai juga akan berdampak positik ke ekonomi Jatim termasuk penjualan roda dua serta agresifnya perbaikan infrastruktur irigasi yang sudah mulai merata di seluruh wilayah Jatim.

"Selain itu, upah minimum provinsi tahun depan juga akan naik sehingga dapat meningkatkan buying power konsumen. Ini semua bisa menggairahkan daya beli masyarakat untuk memiliki sepeda motor," terangnya.

Apalagi, kata dia, tahun depan akan banyak merek sepeda motor yang meluncurkan berbagai produk baru.

"Pasti hal itu mampu menarik konsumen untuk beli kendaraan atau bahkan yang sudah punya motor bisa saja tergoda melakukan trade in dengan model baru," tandasnya. (Arie Noer Rachmawati)

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved