Berita Surabaya

Modifikasi Motor Rogoh Kocek hingga Puluhan Juta, Penggemar Motor Mengaku Tak Terbebani

Memodifikasi motor diakui Angga Suprayogo atau kerap disapa Kirun, warga Surabaya Barat ini, setidaknya lumayan merogoh kocek.

Modifikasi Motor Rogoh Kocek hingga Puluhan Juta, Penggemar Motor Mengaku Tak Terbebani
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Sejumlah motor modifikasi yang diikutkan kontes modifikasi motor Nongkrong Bareng Total di kawasan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (23/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Memodifikasi motor diakui Angga Suprayogo atau kerap disapa Kirun, warga Surabaya Barat ini, setidaknya lumayan merogoh kocek.

Dalam sekali modifikasi motor matic misalnya, ia mengatakan, membutuhkan dana sekira Rp 15 juta sampai Rp 20 juta.

"Memang kesulitan dalam memodifikasi motor itu terletak pada dana yang dipakai," ujarnya di sela-sela acara Nongkrong Bareng Total Oil di kawasan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (23/12/2018).

Tangkis Sungai Tanggul di Jember Jebol, Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir

Sebagai pecinta otomotif dan hobi memodifikasi motor, tentu ada kepuasan tersendiri meski dana yang dipakai cukup besar.

"Namanya hobi, kalau saya hobi modifikasi motor sejak SMP itu ya senang-senang saja. Kalau dana memang kadang susah juga tapi kalau hobi ya dilakukan," ungkapnya.

Soal detail-detail peralatan untuk memodifikasi motor, dikatakan Kirun, tak terlalu sulit mencarinya karena di toko-toko spare parts atau bengkel motor cukup banyak yang menjual.

Terpengaruh Minuman Keras, Tiga Pria di Surabaya Nekat Curi Helm Warga

"Saya memodifikasi motor matic yang diubah menjadi street racing itu peralatannya beli di toko-toko motor itu," katanya.

Hingga kini, Kirun kerap kali tampil alias ikut beragam kontes modifikasi motor satu di antaranya kontes modifikasi dari Total Oil Indonesia dalam acara yang dikemas Nongkrong Bareng Total.

Tak tanggung-tanggung, Kirun mengikutkan lima sepeda motor modifikasinya untuk kontes beragam kelas mulai street racing hingga modern daily modification.

Hari Kelima, Pengurukan Jalan Gubeng Surabaya yang Ambles Mulai Fokus di Titik Tengah

"Dari kelima motor yang saya ikutkan paling rumit, sulit, dan lama memodifnya itu street racing kurang lebih setahun. Paling susah saat memasang 'oli uler'-nya," terangnya.

Stree racing yang ia modif mulai dari pengereman, scoop depan, hingga bagian belakang motor.

"Saat ini tren modif motor itu lebih ke warna-warna ngejreng alias mencolok," tambahnya.

Natal dan Tahun Baru 2019, Polsek Tegalsari Imbau Masyarakat yang Pergi ke Luar Kota Segera Melapor

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved