Berita Pamekasan

Bank Sampah Plus Flamboyan di Pamekasan Dikeluhkan Warga, Ketua RT: Warga Dipersulit dan Harus Bayar

Keberadaan Bank Sampah Plus Flamboyan di Pamekasan Dikeluhkan Warga, Ketua RT: Warga Dipersulit dan Malah Buang Sampah Sembarangan.

Bank Sampah Plus Flamboyan di Pamekasan Dikeluhkan Warga, Ketua RT: Warga Dipersulit dan Harus Bayar
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Bank Sampah Plus Flamboyan yang berada di jalan Mandilaras, Kecamatan Gladak Anyar, Kabupaten Pamekasan, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bank Sampah Plus Flamboyan yang berada di jalan Mandilaras, Kecamatan Gladak Anyar, Kabupaten Pamekasan banyak dikeluhkan masyarakat sekitar, karena warga tidak diperbolehkan membuang sampah ke bank sampah tersebut.

Saat ini, masyarakat sekitar jika ingin menabung dan agar sampahnya bisa dibawa ke bank sampah tersebut maka harus melakukan kerja sama dengan pihak bank sampah terlebih dahulu.

“Kami sekarang jadi bingung, disitu ada sebagian warga yang bisa membawa sampahnya ke sana. Tapi jika kami yang membawa tidak diperbolehkan, harus ada kerja sama," kata Sukardi, Ketua RT 04 Baru Rambat Kota, Selasa (15/1/2019).

Terjerat Korupsi Pengelolaan Sampah, Dua Pejabat Dinas Lingkungan Hidup Madiun Diberhentikan

Selain itu, warganya, kata Sukardi juga dipersulit oleh pihak Bang Sampah untuk membuang sampah. Jika ingin bekerja sama dengan pihak Bank Sampah harus bayar terlebih dahulu.

“Jadi warga sekarang buang sampahnya sembarangan," imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Yunus Ketua Bank Sampah Plus Flamboyan menjelaskan, bahwa bagi nasabah yang datang ke bank Sampah Plus Flamboyan dan menabung maka akan mendapatkan uang.

“Untuk uang nasabah itu ada yang ngambil perbulan, atau bisa juga langsung diambil," jelasanya.

Bank Sampah Plus Flamboyan Pamekasan Akui Pihaknya Tarik Retribusi dari Rumah Sakit untuk Hal ini

Disisi lain, Amin Jabir Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan menjelaskan, bank sampah sama halnya dengan bank konvensional, yaitu nasabah mengantarkan sampahnya ke bank sampah.

Namun saat ini masyarakat Pamekasan belum bisa untuk menjadi nasabah bank sampah, lantaran masih belum ada kesadaran dari masyarakat untuk membawa sampah ke bank sampah.

“Berharap masyarakat membawa sampah ke bank sampah itu sulit, sehingga kami terpaksa harus jemput bola," ujarnya.

Sampai saat ini, bank sampah Plus Flamboyan belum berjalan sebagaimana mestinya, lantaran disitu tidak sembarang orang bisa membawa sampahnya kesana.

Kemudian untuk menjadi nasabah bank harus ada kerjasama dengan pihak bank sampah, untuk bekerja sama harus bayar terlebih dahulu.

Pengertian Bank Sampah dan Perbedaan Dibanding Bank Lain, Bisa Didaur Ulang Jadi Barang Bernilai

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved