Berita Lumajang

Dikawal Siperlu, Dalam 10 Hari Pemkab Lumajang Temukan Sebanyak 1.333 Pelanggaran Para ASN Mokong

Dikawal Siperlu, Dalam 10 Hari Pemkab Lumajang Temukan 1.333 Pelanggaran yang Dilakukan Para ASN Mokong.

Dikawal Siperlu, Dalam 10 Hari Pemkab Lumajang Temukan Sebanyak 1.333 Pelanggaran Para ASN Mokong
TRIBUNMADURA/SRI WAHYUNIK
Siperlu, Sistem Presensi Lumajang, salah satu aplikasi kehadiran untuk pegawai Pemkab Lumajang. 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Sistem Presensi Elektronik Lumajang (Siperlu) mencatat terjadi 1.333 pelanggaran oleh ASN Kabupaten Lumajang dalam rentang tanggal 2 - 11 Januari 2019.

Hal ini diungkapkan oleh Pj Sekda Kabupaten Lumajang Agus Triyono seperti dikutip oleh Surya (Tribunmadura.com Network) dari rilis yang dikirimkan Bagian Humas Pemkab Lumajang, Rabu (23/1/2019).

Menurut Agus Triyono, pada tanggal 2 sampai 11 Januari 2019 alias hanya dalam waktu 10 hari saja, jumlah pelanggaran ASN yang menyalahgunakan presensi elektronik terbilang sangat besar.

"Kalau ditotal dari seluruh OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Lumajang mulai dari bagian, Kecamatan, UPT serta sekolah-sekolah tercatat 1.333 pelanggaran," katanya.

Partisipasi Sekolah Rendah, Pelajar di Banyuwangi Tiap Hari Diberi Uang Saku Pemkab, Segini Nilainya

Ia mengungkapkan, jenis pelanggaran yang dilakukan dalam presensi elektronik di antaranya, satu perangkat dipergunakan untuk lebih dari satu orang. Ada juga, saat presensi berada di luar titik koordinat. Pelanggaran seperti itu, kata Agus, bisa terdeteksi.

"Aplikasi ini bisa mendeteksi, ketika ada penyalahgunaan oleh ASN," tegasnya.

Agus menambahkan, untuk makin menunjang sistem pengawasan kepada ASN, sistem presensi 'Siperlu' akan disempurnakan dengan kewajiban ASN meng-upload wajah masing-masing. Melalui unggahan wajah di Siperlu, maka akan terdeteksi titik koordinat posisi ASN tersebut.

Terjadi Berbarengan, Hujan Lebat dan Angin Puting Beliung Terjang 5 Kecamatan di Kabupaten Malang

Agus menegaskan supaya ASN Kabupaten Lumajang semakin disiplin sehingga pelanggaran di kalangan ASN semakin turun.

Di hadapan ASN Pemkab Lumajang, Agus juga menegaskan kembali tentang kedisiplinan pemakaian pakaian dinas.

Siperlu merupakan sistem presensi untuk ASN di Kabupaten Lumajang. Aplikasi ini bisa diunduh di ponsel masing-masing. Sehingga presensi ASN bisa dilakukan melalui aplikasi di ponselnya.

Aplikasi itu terus disempurnakan supaya ASN tidak berbohong tentang posisinya di jam kerja. (Sri Wahyunik)

Kantongi 20 Ribu Data Digital Forensik, Polda Jatim Temukan 1000 Video Hot Artis dan Model Siap Saji

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved