Berita Pasuruan

Karyawan Swasta Pengedar Pil Koplo di Pasuruan Diringkus Polisi, Jualan Narkoba untuk Tambahan Biaya

AKP Akhmad Shukiyanto menjelaskan, dalam pemeriksaan diketahui bahwa tersangka merupakan karyawan swasta di sebuah perusahaan.

Karyawan Swasta Pengedar Pil Koplo di Pasuruan Diringkus Polisi, Jualan Narkoba untuk Tambahan Biaya
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Pengedar pil koplo saat diinterogasi Polsek Nongkojajar, Pasuruan, Senin (28/1/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN - Jajaran Polsek Nongkojajar meringkus seorang pengedar pil koplo yang kerap mengedarkan ke sejumlah warung kopi di kawasan Kecamatan Nongkojajar dan sekitarnya.

Tersangka Samsul Hariono (21) warga Dusun Cemoro, Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, ditangkap lantaran mengedarkan pil koplo.

Dari tersangka, Polsek Nongkojajar berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 100 butir pil logo Y dan uang tunai Rp 50.000. 

Kapolsek Nongkojajar, AKP Akhmad Shukiyanto menjelaskan, dalam pemeriksaan diketahui bahwa tersangka merupakan karyawan swasta di sebuah perusahaan.

ABK di Bangkalan Diringkus Polisi karena Miliki Sabu, Barang Bukti Disimpan dalam Bungkus Rokok

Petani Padi Mengaku Gembira Hujan Mulai Turun di Wilayah Pamekasan setelah 3 Bulan Kemarau

Menurut AKP Akhmad Shukiyanto, tersangka menjadi pengedar pil koplo untuk tambahan biaya kehidupan sehari-harinya.

"Dalihnya sih karena gajian pabrik gak cukup. Jadi dia harus cari tambahan pendapatan. Ini masih kami kembangkan," papar AKP Akhmad Shukiyanto, Senin (28/1/2019).

AKP Akhmad Shukiyanto menjelaskan, tersangka menggunakan modus dengan menjual pil dari warung kopi ke warung kopi. 

"Nah jadi penjualannya by order. Ada yang pesan, ia layani. Transaksi selalu di warung kopi. Bahkan tak jarang tersangka ini safari dari warung kopi satu ke warung kopi lainnya," ungkapnya.

Forum Persatuan Mahasiswa Pamekasan Gelar Try Out Akbar untuk Pelajar SMA Jelang SBMPTN 2019

Keuntungan Membeli Mobil Bekas, Hemat Uang hingga Dapat Garansi seperti Mobil Baru

AKP Akhmad Shukiyanto menerangkan, pasaran pembeli barang milik tersangka ini bervariasi.

Ada yang kalangan pelajar, petani, dan masih banyak lagi, mulai dari muda sampai tua, tersangka siap melayani pembelian pil koplo.

"Untungnya ya lumayan. per 10 butir, ia bisa untung Rp 10 ribu lebih. Nah itung-itung bisa buat biaya tersangka untuk hidup sehari-hari. Kami akan kembangkan kasus ini," pungkas dia. (lih)

Tren Pasar Mobil Bekas Terus Meningkat, Dukungan Leasing Berpengaruh Signifikan di Pasaran

Sungai Brantas Kabupaten Malang Diharap Segera Lakukan Reboisasi Antisipasi Banjir saat Musim Hujan

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved