Berita Pasuruan

Nasib Uang Ratusan Juta Hasil Gratifikasi Wali Kota Pasuruan Belum Jelas, Pemkot Dikunjungi Tim BPK

Nasib Uang Ratusan Juta Hasil Gratifikasi Wali Kota Pasuruan Belum Jelas, Pemkot Dikunjungi Tim BPK.

Nasib Uang Ratusan Juta Hasil Gratifikasi Wali Kota Pasuruan Belum Jelas, Pemkot Dikunjungi Tim BPK
Tribunnews.com
Ilustrasi 

TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN - Uang senilai Rp 200 juta milik Wali kota Pasuruan Setiyono yang didapatkan dari hasil gratifikasi untuk talangan pembayaran temuan kerugian negara atas pembebasan lahan Kecamatan Panggungrejo masih belum ditentukan.

Nasib uang itu hingga kini masih menunggu pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

Sekadar diketahui, dalam fakta persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya dengan terdakwa M Baqir, terungkap bahwa Wali Kota Pasuruan Setiyono memberikan sumbangan Rp 200 juta untuk membayar denda pengembalian kepada BPK RI.

Uang tersebut diberikan kepada Amin, Camat Panggungrejo untuk disetorkan kepada kas daerah sebagai angsuran denda dari total pengembalian Rp 2,9 miliar.

Padahal, berdasar rekomendasi BPK, pengembalian uang negara itu dibebankan kepada Handoko, sebagai pemilik lahan yang dibeli Pemkot Pasuruan.

Namun faktanya, justru Wali Kota Setiyono ikut memberikan dana talangan Rp 200 juta untuk menutup kerugian negara tersebut.

Bikin Iriana Jokowi Tergelak Tenangkan Siswa Pakai Bahasa Using, Guru di Banyuwangi Dapat Magic Com

Dibilang Dapat Bantuan Mendikbub Ratusan Juta, Kasek di Kota Malang Ketipu 45 Juta Menyaru Kadindik

Tarif Vanessa Rp 80 Juta Tapi Hanya Dibayar Rp 35 Juta, Begini Aliran Uang Bisnis Prostitusi Online

Ironisnya, dana talangan itu berasal dari hasil setoran gratifikasi rekanan pelaksana proyek yang diminta Setiyono.

“Proses pemeriksaan keuangan akan selesai dengan dikeluarkannya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. Saat ini kami belum bisa memberikan keterangan,” kata Diva Mahendra, tim pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Jatim, saat berkunjung ke Pemkot Pasuruan, Senin (28/1/2019)

Plt Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo menyatakan, kedatangan tim pemeriksa BPK RI merupakan kegiatan rutin dalam rangka pemeriksaan keuangan daerah.

Tim BPK ini tidak secara khusus membahas pengembalian kerugian negara yang berasal dari hasil gratifikasi Wali Kota Setiyono.

"Kami juga tidak tahu mau menentukan sikap atas pengakuan pak wali terkait dana talangan itu untuk menutup kerugian negara. Kami masih akan menunggu proses audit keuangan lanjutan dari BPK RI," imbuh Teno, sapaan akrabnya. (Galih Lintartika)

Gara-gara Kaki Terkilir, Bapak 6 Anak ini Enam Kali Cabuli Siswi SMP di Magetan Hingga Hamil 8 Bulan

Pedagang Pasar Setono Betek Kota Kediri Dibunuh Diatas Kasur, Tangan Diikat dan Mulut Disumpal

Pelaku Ikut Tewas, Polisi Akan Hentikan Kasus Tewasnya Pasangan Selingkuh di Hotel Garuda Pamekasan

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved