Berita Pamekasan

Batik Pamekasan Resmi Jadi Aset Daerah, Pengrajin dan Pedagang Batik Gembira

Endang, pemilik sentra batik asal Kelurahan Kowel mengaku, senang atas kebijakan Pemkab Pamekasan.

Batik Pamekasan Resmi Jadi Aset Daerah, Pengrajin dan Pedagang Batik Gembira
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Endang, pemilik sentra batik asal Kelurahan Kowel, Kabupaten Pamekasan saat membatik di sentranya, Senin (11/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNAMADURA.COM, PAMEKASAM - Batik Pamekasan kini jadi satu dari sejumlah aset daerah yang coba dipromosikan oleh Pemkab Pamekasan.

Hal itu dibuktikan dengan dibrandingnya kendaraan dinas milik Pemkab Pamekasan yang ditempeli stiker bermotif batik Sekar Jhagad.

Endang, pemilik sentra batik asal Kelurahan Kowel mengaku, senang atas kebijakan Pemkab Pamekasan.

"Harapannya, bisa mengangkat citra batik Pamekasan dan kesejahteraan perajin batik meningkat," katanya kepada TribunMadura.com, Senin (11/2/2019).

Kader PMII Pamekasan Resmi Dilantik, Wujudkan Teguh Islam Ahlus Sunnah Waljamaah

Menurut Endang, butuh tahapan panjang untuk menghasilkan batik berkualitas.

Batik bisa dibuat setelah melewati proses pembuatan corak, mengukir malan, pemberian obat, hingga peluruhan malan.

"Untuk membuat satu potong batik berkualitas, bisa menelan waktu 7 hari hingga 14 hari," jelas dia.

"Harganya variatif, mulai Rp 65.000 sampai Rp 150.000. Dalam sebulan, pembatik bisa membuat dua hingga tiga potong," sambungnya.

Hadapi Madura United, Timnas U-22 Diminta Bermain Lebih Baik dari 2 Laga Uji Coba Sebelumnya

Batik Pamekasan, lanjut Endang, yang biasa diproduksi adalah batik kerang, batik seset, batik mu'ramuk (akar-akaran), dan batik Sekar Jhagad.

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved