Berita Sampang

Dinas Kesehatan Sampang Prediksi Terjadi Peningkatan Penyakit Demam Berdarah di Sampang

Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang memprediksi tahun 2019 akan ada jumlah peningkatan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sampang.

Dinas Kesehatan Sampang Prediksi Terjadi Peningkatan Penyakit Demam Berdarah di Sampang
TRIBUNMADURA/DAVID YOHANES
Proses Fogging 

Laporan wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang memprediksi tahun 2019 akan ada jumlah peningkatan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sampang.

Terkait hal tersebut, Dinas Kesehatan terus melakukan sosialisasi untuk mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesadaran dan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk.

Dinas Kesehatan akan melakukan sosialisasi tersebut, melalui radio dan mendatangi kantor kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang.

Adapun pencegahan langsung yang di lakukan oleh Dinas Kesehatan Sampang seperti Abatesasi dan foging.

Busana Serba Putih akan Dikenakan Khofifah saat Pelantikan Gubernur Jawa Timur di Jakarta

Mulan Jameela Jenguk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng Sidoarjo

Prediksi meningkatnya kasus DBD ini di lakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sampang, Asrul Sani, yang mengatakan di tahun 2019 kasus DBD akan meningkat jika dilihat dari siklus empat tahunan.

Jika melihat data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan di tahun 2014 dan 2015 tercatat kasus DBD di Kabupaten Sampang sekitar 800 korban.

Kemudian turun 600 korban di tahun 2016, dan di tahun 2017 mengalami penurunan secara drastis mencapai 171 korban.

Di tahun 2018 kasus DBD mengalami peningkatan sebanyak 12 persen, yakni mencapai 196 korban.

Video Viral Siswa Tantang Guru, Berikut 5 Fakta dari Mediasi Hingga Gaji Guru Hanya Rp 450 Ribu

AA Siswa yang Tantang Gurunya Usai Dimediasi dan Minta Maaf, Hari Ini Tidak Masuk Sekolah

Sedangkan di tahun 2019 pada awal bulan, yaitu Januari sudah tercatat 90 korban, dua di antaranya meninggal dunia.

Jumlah di awal tahun 2019 tersebut sudah hampir mencapai setengah jumlah di tahun 2018 yang terdapat 196 korban.

Kemudian curah hujan yang cukup tinggi di awal tahun 2019 juga menjadi pertimbangan naiknya kasus DBD di Kabupaten Sampang.

"Apalagi curah hujan di bulan Desember 2018 dan bulan Januari 2019 ini cukup tinggi jadi kasus DBD ini diperkirakan meninggi sampai bulan maret 2019," Ujar Asrul Sani kepada TribunMadura.com saat dikonfirmasi, senin (11/2/2019).

"Jadi memang di bulan Januari, Februari, Maret tahun 2019 merupakan tinggi-tingginya kasus DBD karena curah hujan tinggi," tambahnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved