Berita Banyuwangi

Dinkes Banyuwangi Imbau Warga Aktif Berantas Jentik Nyamuk, Cegah Kasus Penyakit Demam Berdarah

Imbauan itu dilakukan setelah Pemkab Banyuwangi menemukan adanya 32 warga yang terjangkit demam berdarah di Kabupaten Banyuwangi.

Dinkes Banyuwangi Imbau Warga Aktif Berantas Jentik Nyamuk, Cegah Kasus Penyakit Demam Berdarah
Mother Nature Network
ilustrasi gatal karena gigitan nyamuk 

TRIBUNMADURA.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi gencar mengimbau warga untuk aktif melakukan tindakan pencegahan penyakit demam berdarah (DB).

Imbauan itu dilakukan setelah Pemkab Banyuwangi menemukan adanya 32 warga yang terjangkit demam berdarah di Kabupaten Banyuwangi.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Wiji Lestariono mengatakan, pada musim penghujan ini, penyakit demam berdarah menjadi penyakit musiman yang menyertainya.

Saat ini, telah ditemukan 22 kasus demam berdarah pada bulan Januari, dan selama Februari muncul 10 kasus DB.

Video Viral Siswa Menantang Guru di Gresik Disebut Beri Dampak Buruk Tak Langsung Siswa Lain

“Total sampai sekarang ada 32 kasus DB di Banyuwangi selama tahun 2019. Jumlah ini lebih rendah dari kasus tahun lalu sebanyak 38 kasus DB,” kata dr Wiji Lestariono.

dr Wiji Lestariono menjelaskan, jumlah tersebut merupakan hasil laporan rumah sakit yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

Menurut dia, setiap ditemukan kasus pasien DB, rumah sakit wajib melaporkan kepada Dinkes Banyuwangi.

“Rata-rata pasien menjalani rawat inap selama 3-5 hari dengan tingkat kesembuhan 100 persen," ucap dr Wiji Lestariono.

KPU Kabupaten Malang Optimistis Kelengkapan Logistik Pemilu 2019 Terpenuhi Sebelum Bulan Maret

"Kami berharap jumlah ini tidak akan bertambah. Untuk itu kami sangat berharap keterlibatan aktif segenap warga untuk menghindari DB dengan memberantas jentik nyamuk,” imbuh dia.

dr Wiji Lestariono menerangkan, penularan DB terjadi karena gigitan nyamuk aedes agepty.

Untuk itu cara untuk menghindarinya adalah dengan menghilangkan terjadinya penetasan jentik nyamuk, satu di antaranya dengan gerakan 3M plus.

“Plusnya bisa dengan berbagai pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air, menggunakan obat anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamun, menggunakan kelambu saat tidur dan lainnya. Ini semua sangat butuh peran aktif dari setiap warga,” ujarnya.

10 Ribu Anak di Kota Blitar Masih Belum Memiliki KIA, Mesin Percetakan Jadi Kendala Pembuatan Kartu

Dinas Kesehatan Banyuwangi, lanjut dr Wiji Lestariono, telah melakukan sosialisasi kepada warga, termasuk melibatkan kader PKK di setiap kelurahan untuk memberikan informasi kepada ibu-ibu di dasawisma masing-masing.

“Kami juga mengintensifkan pemeriksaan jentik berkala oleh petugas puskesmas. Seperti contohnya Puskesmas Kertosari Banyuwangi yang melakukan monitoring cek jentik satu rumah satu Jumantik (juru pemantau jentik)," kata dia.

"Mereka juga melibatkan anak sekolah sebagai jumantik cilik untuk ngecek jentik di sekolah dan di rumahnya masing-masing sebagai salah satu bentuk edukasi,” tambahnya. (Haorrahman)

Pemkot Surabaya Berhentikan 2 Lurah Tak Amanah, Tri Rismaharini Sebut Tipe Ideal Calon Lurah & Camat

Penulis: Haorrahman Dwi Saputra
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved