Berita Surabaya

Video Viral Siswa Menantang Guru di Gresik Disebut Beri Dampak Buruk Tak Langsung Siswa Lain

Dewi Mustamiah menjelaskan, viralnya video tersebut, secara tak langsung dapat memberikan dampak pada orang lain.

Video Viral Siswa Menantang Guru di Gresik Disebut Beri Dampak Buruk Tak Langsung Siswa Lain
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Cuplikan video yang memperlihatkan seorang siswa melawan gurunya sendiri di dalam kelas, di SMP PGRI Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Dosen psikologi Universitas Hang Tuah Surabaya, Dewi Mustamiah mengatakan, turut prihatin atas viralnya video perilaku siswa kepada guru di Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.

Dewi Mustamiah menjelaskan, viralnya video tersebut, secara tak langsung dapat memberikan dampak pada orang lain.

"Teori modeling (meniru). Orang yang merekam itu tujuannya apa, kalau perbaikan tidak masalah," kata Dewi Mustamiah saat ditemui di Ruang Dekanat Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah, Senin (11/2/2019).

"Tapi kalau orang tidak tahu justru meniru bahwa dengan cara seperti itu 'menyelesaikan masalah' yang penting terpuaskan, itu tidak baik," sambung dia.

KPU Kabupaten Malang Optimistis Kelengkapan Logistik Pemilu 2019 Terpenuhi Sebelum Bulan Maret

Menurut Dewi Mustamiah, perilaku siswa, terutama remaja, dalam rekaman kejadian tersebut merupakan aspek emosi dan krisis identitas siswa.

"Justru ketika melakukan perlawan dan direkam, tidak semua anak paham itu aib buat dia dan justru krisis identitas yang bahaya di situ," ucap Dewi Mustamiah yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah itu.

"Idealnya tidak direkam, tapi diingatkan dan dilerai. Tapi, (peleraian) tidak dilakukan di lingkungan, justru menjadikan hal yang patut ditonton," imbuh dia.

10 Ribu Anak di Kota Blitar Masih Belum Memiliki KIA, Mesin Percetakan Jadi Kendala Pembuatan Kartu

Ia berharap, tidak hanya AA yang mendapat tindakan teguran dari kasus tersebut, namun semua siswa-siswi di dalam sekolah.

Terlebih aturan di lingkungan sekolah membawa ponsel dan merekam tindakan tidak terpuji yang kemudian menjadi viral.

"Sepertinya, orang harus belajar mana yang layak direkam. Yang harus diajari tidak hanya pelaku tapi yang merekam video tersebut di lingkungan itu, apakah itu menjadi bukti teguran atau justru tujuan tontonan," ujar dia.

Pemkot Surabaya Berhentikan 2 Lurah Tak Amanah, Tri Rismaharini Sebut Tipe Ideal Calon Lurah & Camat

Terlihat dalam video berdurasi 50 detik tersebut, siswa-siswa di kelas justru terdengar tertawa terbahak melihat perilaku tidak terpuji AA.

"Kalau rekaman ini sebagai bukti tidak berani mengingatkan dan diberikan ke pihak kepala sekolah, guru itu tidak apa-apa, tapi kalau tujuannya 'hebat ya, kamu berani melawan guru' ini justru agresifitas laten, ini bahaya," kata dia.

Ia menilai, bahaya agresif laten justru dimungkinkan memunculkan tindakan yang sama meniru dari rekaman video tersebut.

Kabupaten Sampang Minim Pembangunan Perpustakaan Desa, Lebih dari Setengah Desa Tak Ada Perpusdes

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved