Berita Surabaya

JPU Sudah Susun Dakwaan, Kasus Gus Nur si Tersangka Penghina Ormas NU dan Banser Segera Disidangkan

JPU Sudah Susun Dakwaan, Kasus Gus Nur si Tersangka Penghina Ormas NU dan Banser di Medsos Segera Disidangkan.

JPU Sudah Susun Dakwaan, Kasus Gus Nur si Tersangka Penghina Ormas NU dan Banser Segera Disidangkan
TRIBUNMADURA/SYAMSUL ARIFIN
Gus Nur (kanan) bersama kuasa hukumnya saat menyelesaikan administrasi di Kejari Surabaya, atas pelimpahan kasus dugaan ujaran kebencian, Selasa, (19/2/2019). 

TRIBUNMDURA.COM, SURABAYA - Tersangka ujaran kebencian terhadap Ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan Banser yang dilakukan oleh Sugi Nur Raharja alias Gus Nur dalam pekan ini rencananya akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Berkas tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh pihak kejaksaan. Sugi juga sudah dilimpahkan bersama barang buktinya dari penyidik Polda Jatim ke Kejari Surabaya pekan lalu.

Kasipidum Kejari Surabaya Didik Adyotomo menyatakan, kini jaksa penuntut umum (JPU) sudah menyusun surat dakwaan terhadap tersangka Gus Nur.

Setelah itu, jaksa akan melakukan gelar perkara terhadap dakwana tersebut. Dia menyatakan, setelah semuanya rampung maka berkas perkara Sugi akan segera dilimpahkan ke pengadilan.

"Bisa (pekan ini). Yang jelas kami akan segera limpahkan ke pengadilan kalau sudah selesai semua. Sekarang kami akan melakukan gelar dakwaan," ujarnya, Minggu, (24/2/2019).

Berkas Dilimpahkan, Kasus Dugaan Gus Nur Menghina NU dan Banser di Sosial Media Segera Disidangkan

Dengan demikian, Sugi tidak lama lagi akan diadili di persidangan. Dia tidak ditahan karena tuntutan hukumannya kurang dari lima tahun.

Jaksa mendakwa Sugi dengan Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 Undang-undang Nomor 19 tahun tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Kuasa Hukum Gus Nur Pertanyakan Pasal Yang Menjerat Kliennya.

Pengacara Sugi Andry Ermawan, mempertanyakan Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 Undang-undang Nomor 19 tahun tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik untuk menjerat kliennya tidak sesuai dengan perbuatan pria yang menyebut dirinya dengan nama Gus Nur tersebut.

Andry beralasan, kliennya hanya mengomentari unggahan di media sosial Facebook saja. Saat itu, Sugi melihat unggahan di grup Pemuda NU yang merilis daftar nama ulama radikal.

Halaman
12
Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved