Rumah Politik Jatim

Rebut Suara di Pileg, Politisi PKS Kampanyekan SIM Seumur Hidup dan Penghapusan Pajak Tahunan Motor

Tarik Suara Pemilih di Pileg, Politisi PKS Kampanyekan SIM Seumur Hidup dan Penghapusan Pajak Tahunan Motor.

Rebut Suara di Pileg, Politisi PKS Kampanyekan SIM Seumur Hidup dan Penghapusan Pajak Tahunan Motor
istimewa
Ilustrasi surat izin mengemudi (SIM) 

TRIBUNMADURA.COM, BANYUWANGI - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang juga Anggota DPRD Jatim, Irwan Setiawan, mengatakan, salah satu materi kampanye yang diusung partainya di Pemilu 2019 adalah pemberlakuan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk seumur hidup.

"Salah satu materi kampanye yang kami usung adalah pemberlakuan SIM untuk seumur hidup," katanya, ditemui di Banyuwangi, Minggu (24/2/2019).

Menurut Irwan Setiawan, perpanjangan SIM sangat merepotkan bagi masyarakat. Tiap lima tahun sekali SIM harus diperpanjang, bahkan apabila terlambat masyarakat harus memulai pengajuan pembuatan SIM dari awal.

"Banyak masyarakat yang kami temui, tidak punya SIM karena terlalu ribet pengurusannya. Harusnya bagi masyarakat yang sudah dinyatakan layak memiliki SIM, tidak perlu lagi memperpanjang," kata Irwan.

Misalnya warga yang bekerja di luar daerah domisili. Mereka harus kembali ke daerahnya hanya untuk memperpanjang SIM.

"Sudah berapa hari mereka harus meninggalkan pekerjaanya, hanya untuk melakukan perpanjangan SIM," kata Irwan Setiawan.

Belum lagi di beberapa daerah terdapat banyak kasus keterbatasan materi blangko SIM.

Kecuali bagi pemilik SIM yang dicabut kepemilikan SIM-nya, karena kasus tertentu. Seperti mengalami kecelakaan, yang membuat SIM mereka harus dicabut. Atau bagi orang tua yang sudah menurun fisik dan daya penglihatannya.

"Di tataran pengurus pusat, isu ini sudah dibahas dan menjadi salah satu materi kampanye," kata Irwan.

Selain SIM seumur hidup, menurut Irwan, partainya juga mengusung penghapusan pajak tahunan sepeda motor.

Menurutnya, 90 persen penunggak pajak kendaraan adalah sepeda motor.

"Harusnya pajak sepeda motor hanya lima tahun sekali, atau registrasi STNK yang lima tahun sekali itu saja. Pajak tahunan harusnya berlaku untuk pemilik kendaraan roda empat saja yang memang sudah kaya," tegasnya.

Dia mengklaim, dua program ini mendapatkan respon yang sangat baik saat dirinya menyampaikan dalam beberapa kesempatan bertemu langsung dengan masyarakat.

Irwan yang kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Jatim periode 2019-2024 tersebut, juga mengusung tiga program di tiga wilayah dapil-nya, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Yakni, Peningkatan kualitas pendidikan pondok pesantren, program pemberdayaan petani, dan pembangunan infrastruktur pedesaan.

Penulis: Haorrahman Dwi Saputra
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved