Komnas Perempuan Soroti Industri Hiburan, Sebut Rawan Kekerasan Pada Perempuan

Sri Nurherwati Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyoroti kasus-kasus terkait kekarasan perempuan terma

Komnas Perempuan Soroti Industri Hiburan, Sebut Rawan Kekerasan Pada Perempuan
TRIBUNMADURA.COM/M ROMADONI
Vanessa Angel saat akan diperiksa Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, Kamis (7/2/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA- Sri Nurherwati Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyoroti kasus-kasus terkait kekarasan perempuan termasuk perkara prostutusi online yang melibatkan Vanessa Angel.

Komnas perempuan melakukan pemantauan terhadap kasus tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan di dalam sel tahanan maupun lainnya. Selain itu, pihaknya saat ini intensif melakukan pemantauan terkait perempuan yang berada di bagian industri Entertainment.

"Nah, pintu masuk dari pengamatan kami yakni dari kasus VA (Vanessa Angel) yang saat ini sedang ditahan di Polda Jatim," ungkap

Di Tengah Proses Kampanye, Caleg Perempuan DPRD Kabupaten Trenggalek ini Tiba-tiba Mundur

Bek Persebaya Hansamu Yama Lepas Masa Lajang, Ucap Janji Suci Di Satu Masjid Terbesar

Kepala Dinas Kominfo Diperiksa Polisi Terkait Akun Facebook Puji Ati yang Sebarkan Ujaran Kebencian

Sri Nurherwati usai menjenguk Vanessa Angel di Rumah Tahanan (Rutan) Dit Tahti Polda Jatim, Kamis (28/2/2019).

Dia mengatakan pemantuan itu dilakukannya untuk memastikan tidak ada potensi kekerasan terhadap perempuan yang berada di dalam sel tahanan Kepolisian.

Pihaknya menyatakan saat ini yang menjadi prioritas pengamatan yakni perempuan di dalam dunia hiburan justru rentan terjadi kekerasan terhadap perempuan.

"Kasus Vanessa Angel merupakan contoh bila industri hiburan sangat dekat dengan kekerasan terhadap perempuan," jelasnya.

Tiga Tahun Kasus Pembunuhan Suami di Sumenep Belum Terungkap, Istri Korban Mau Bawa ke Polda Jatim

Konjen Jepang Anugerahi Bintang Tanda Jasa Pada Pria yang Sempat Jadi Penjual Rokok, Kok Bisa?

Kunjungi Bangkalan, Pangdam V Brawijaya Sebut Gangguan dan Titik Rawan Pemilu Belum Tampak

Sri Nurherwati menambahkan pihaknya akan terus memantau kasus terkait perempuan yang dilacurkan sekaligus menyikapi mendukung proses pemulihan agar prostitusi ini tidak berlangsung dan bisa dihentikan.

"Karena salah satu mandat Komnas perempuan adalah menciptakan suasana yang positif bagi penghapusan kekerasan terhadap perempuan," pungkasnya.

Apakah terungkapnya prostitusi online yang menjerat Vanessa berpotensi memengaruhi tingkat prostitusi lokal?

Sri Nurherwati pihaknya sangat mengkhawatirkan hal itu lantaran kegiatan prostitusi online nyaris tidak terpantau. Prostitusi itu yang pada akhirnya perempuan menjadi korban.

Karena itulah, sambungnya, Komnas perempuan mendorong pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual.

"Beberapa modus tadi yang disampaikan oleh Dirreskrimsus Polda Jatim didalamnya akan menjadi fokus perhatian Komnas Perempuan untuk mengungkapkan latar belakang bagaimana perempuan terjebak atau ditarik dalam pusaran prostitusi," pungkasnya. (Mohammad Romadoni)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved