Konjen Jepang Anugerahi Bintang Tanda Jasa Pada Pria yang Sempat Jadi Penjual Rokok, Kok Bisa?

Pemerintah Jepang menganugerahi bintang tanda jasa kepada Ali Indranegara, warga Surabaya,yang dulu pernah berjualan rokok Jepang saat era Kemerdekaaa

Konjen Jepang Anugerahi Bintang Tanda Jasa Pada Pria yang Sempat Jadi Penjual Rokok, Kok Bisa?
TRIBUNMADURA.COM/NURAINI FAIQ
Ali Indranegara yang dulu pernah jualan rokok Jepang saat mendapat kalungan anugerah Bintang Tanda Jasa di Kantor Konjen Jepang, Rabu (27/2/2019) malam. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA- Pemerintah Jepang menganugerahi bintang tanda jasa kepada Ali Indranegara, warga Surabaya,yang dulu pernah berjualan rokok Jepang saat era Kemerdekaaan. Ali akhirnya berhasil diterima menjadi staf Konjen Jepang karena prestasinya. 

Seiring perjalanan waktu, ternyata sosok sang penjual rokok Jepang tersebut dinilai telah memberi kontribusi dan berjasa pada keeeratan hubungan Jepang dengan Indonesia. Karena jasanya itu, Ali yang juga pengacara dianugerahi bintang tanda jasa.

Penganugerahan tanda jasa khusus itu digelar di Kantor Konjen Jepang Surabaya di Jl Dharma Husada, Rabu (27/2/2019) malam. Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Masaki Tani mengalungkan bintang tanda jasa tersebut secara langsung.

Kunjungi Bangkalan, Pangdam V Brawijaya Sebut Gangguan dan Titik Rawan Pemilu Belum Tampak

Anniversary yang Ke-5, MPI IAIN Madura Gelar Turnamen Futsal Se-Madura Guna Pererat Silaturrahmi

Sengketa Tak Kunjung Selesai, SDN Banbaru 1 di Sumenep ini Kembali Disegel Warga

"Kebanggaan tak terkira. Riwayat hidup saya dibacakan di hadapan Konjen Jepang dan para tamu undangan kehormatan. Padahal dulu saya pernah jualan rokok Siong. Ini rokok Jepang yang cara nyalakannya dicampur menyan," ucap Ali terkekeh. 

Ali yang juga anggota organisasi pengacara, Peradi, adalah mantan karyawan Konjen Jepang di Surabaya bagian penerangan dan pendidikan era 1970-1997. Pria inilah pengelola kursus bahasa Jepang di Konjen. 

Ali pula yang mempersiapkan guru-guru Bahasa Jepang untuk melayani peserta kursus. Banyak guru-guru handal bahasa Jepang di Surabaya merupakan alumni kursus yang di kelola Konjen Jepang Surabaya tersebut.

"Berkat Bapak Ali bahasa Jepang dikenal warga Surabaya. Sosoknya selalu tenang dan murah senyum. Pernah suatu ketika warga kaget anak-anak mereka tidak ada di tempat kursus. Ternyata diajak belajar di taman," kata Nakajima.

Bahkan Nakajima yang juga Staf Konjen Jepang salut saat Ali membantu mahasiswa Unesa yang akhirnya diberangkatkan mendapat biasiswa ke Jepang. Ali juga pencipta program program kerja sama pengenalan budaya Jepang  dengan radio swasta Surabaya, Salvatore pada 1978.

Konjen Jepang di Surabaya Masaki Tani menuturkan bahwa bintang tanda jasa saat ini baru empat anugerah diberikan kepada tokoh yang memberi kontribusi kepada para tokoh. Salah satunya kepada Ali. "Dia yang mempererat hubungan Jepang dan Indonesia," kata Masaki. 

Nelayan Jaring Sarkak Ditangkap, Kini Polisi Air Sumenep Sedang Mendalami Kasusnya

Sempat Hampir Punah, Batik Podhek Pamekasan Tenar Hingga Mancanegara, Perajin Butuh Pelatihan Lebih

Gara-gara Sering Dibully, Pria ini Tega Membunuh Teman Akrabnya Sendiri Dengan Dipancing Cewek

Selama 40 tahun, Ali yang staf Konjen telah mencurahkan pemikirannya untuk Konjen Jepang. Dia totalitas bekerja di Konjen. Anggota Peradi ini juga kerap membantu pendampingan hukum dan membagi tugas sebagai staf Konjen Jepang.

Dalam penganugrahan bintang tanda jasa itu, Ali tak bisa menyembunyikan ekspresi bangganya. Suasana haru saat Konnjen Jepang Masaki perlahan mengalungkan bintang tanda jasa yang langka itu. 

Di hadapan seluruh staf Konjen dan para tamu kehormatan, riwayat dan sosok Ali Indranegara terus disebut. Keluarganya juga ikut hadir memberi dukungan. Sebelum akhirnya mereka memberi ucapan dan sesi foto. (Nuraini Faiq)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved