Berita Pasuruan

Suropati Jungle di Kota Pasuruan, Wadah Pecinta Satwa Berbagi Pengalaman dan Pengetahuan

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan menggelar Suropati Jungle di Gor Untung Suropati Kota Pasuruan.

Suropati Jungle di Kota Pasuruan, Wadah Pecinta Satwa Berbagi Pengalaman dan Pengetahuan
TRIBUNMADURA.COM/GALIH LINTARTIKA
Suropati Jungle di Gor Untung Suropati, Kota Pasuruan, Minggu (3/3/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan menggelar Suropati Jungle di Gor Untung Suropati Kota Pasuruan.

Suropati Jungle sudah digelar kali kedua dalam dua tahun terakhir ini, dimulai sejak 2-3 Maret 2019.

Acara yang didukung penuh oleh komunitas Jack Jungle ini, digelar sebagai wadah bagi para pecinta hewan untuk bertemu dalam sebuah acara.

Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Tambah Loket Pelayanan Tilang, Atasi Antrean Pemilik Kendaraan

Di sini, para pecinta satwa yang hadir bisa saling bercerita dan sharing tentang satwa satu sama lain.

Aneka satwa dipamerkan dalam acara ini, mulai dari reptil, seperti iguana, ular hingga satwa hias.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Edyana S menjelaskan, diharapkan pecinta hewan bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait hewan.

Pameran ini digunakan untuk membangkitkan ekonomi kreatif seperti budidaya hewan kesayangan yang dapat menjadi peluang bisnis.

Akhiri Rivalitas, Khofifah Indar Parawansa Siap Jadi Mediator Perdamaian Bonek dan Aremania

“Jadi tidak hanya memamerkan para hewan kesayangan, tapi membuka peluang usaha juga. Kami juga berikan vaksin gratis untuk satwa kesayangan agar tidak gampang terkena penyakit,” ungkap Edyana S, Minggu (3/3/2019).

Dalam kesempatan ini, Pemkot Pasuruan juga menggandeng Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), agar peserta dapat berkonsultasi secara gratis dengan dokter hewan terkait permasalahan kesehatan hewan mereka.

Pembina Jack Jungle, Denny Saputra menyampaikan, Suropati Jungle merupakan ajang untuk saling silaturahim dengan pecinta satwa.

Dalam acara ini, ia dan komunitasnya mengkampanyekan pentingnya edukasi terhadap masyarakat tentang cara pandang memelihara satwa.

Sebut Penahanan Ahmad Dhani Tanpa Kejelasan, Al Ghazali Berencana Sambangi Komnas HAM Senin Besok

Ia menekankan jika memelihara satwa sebenarnya tak dilakukan secara serta-merta dan sembarangan.

“Kalau di luar negeri bahkan untuk memelihara beberapa satwa khusus itu harus disertai dengan slip gaji, di Indonesia sebenarnya juga perlu ada regulasi semacam itu,” kayanya.

Bahkan komunitas yang lahir pada tahun 2009 dan telah berbadan hukum sejak 2017 itu telah menginisiasi Pemkot Pasuruan untuk membangun sebuah mini zoo di Kota Pasuruan.

Itu dilakukan agar Kota Pasuruan memiliki destinasi pariwisata yang baru dan sebagai alternatif masyarakat Pasuruan untuk belajar lebih dalam tentang satwa dengan akses yang lebih mudah. (lih)

Kembangkan Produk UMKM Kopi, Bupati Banyuwangi Minta Pelaku Usaha Rambah Pasar Lewat Platform Online

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved