Berita Surabaya

Kurangi Risiko Pengerjaan Soal, SMAN 2 Surabaya Tak Gunakan Smartphone Selama Pelaksanaan USBN

Tatik Kustini mengatakan, SMAN 2 Surabaya tidak akan memanfaatkan inovasi baru pelaksanaan USBN berbasis smartphone.

Kurangi Risiko Pengerjaan Soal, SMAN 2 Surabaya Tak Gunakan Smartphone Selama Pelaksanaan USBN
Surya/Musahadah
ilustrasi siswa SMA ujian 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kepala Sekolah SMAN 2 Surabaya, Tatik Kustini mengaku, sekolahnya tidak akan menggunakan smartphone dalam pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun ini.

Tatik Kustini mengatakan, SMAN 2 Surabaya tidak akan memanfaatkan inovasi baru pelaksanaan USBN berbasis smartphone.

"Tahun ini memang diperbolehkan menggunakan smartphone, tapi kita memilih menggunakan laptop dan PC saja," kata Tatik Kustini.

Datang ke Rutan Medaeng, Camelia Malik Sampaikan Salam dan Dukungan dari Seniman untuk Ahmad Dhani

Ia menjelaskan, pihaknya tidak menggunakan smartphone pada pelaksanaan USBN untuk mengurangi risiko kesalahanan siswanya.

Layar smartphone dinilai terlalu kecil sehingga akan mengganggu fokus dari siswa selama pelaksanaan ujian.

Karena tidak memanfaatkan fasilitas ujian menggunakan smartphone tersebut, SMAN 2 Surabaya pun harus melaksanakan USBN sebanyak 2 sesi.

"Karena kemampuan kami segitu. Kami punya 200 komputer dan siswa yang ikut ujian ada 390 siswa, jadi harus dua sesi," katanya.

Ada Proses Perbaikan Gorong-Gorong Saluran Air di Jalan Stadion, Pengendara Diharap Waspada

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved