Berita Pasuruan

Festival Dolanan Tradisional Indonesia, Wadah Milenial Kenal Kembali Permainan Tradisional Tanah Air

Di Festival Dolanan Tradisional Indonesia ini, pengunjung bisa menikmati sejumlah permainan tradisional anak zaman dulu.

Festival Dolanan Tradisional Indonesia, Wadah Milenial Kenal Kembali Permainan Tradisional Tanah Air
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Festival Dolanan Tradisional Indonesia di Masjid Cheng Hoo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (10/3/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN - Sejumlah kalangan milenial menggelar Festival Dolanan Tradisional Indonesia di Masjid Cheng Hoo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Di Festival Dolanan Tradisional Indonesia ini, pengunjung bisa menikmati sejumlah permainan tradisional anak zaman dulu.

Festival Dolanan Tradisional Indonesia akan berlangsung mulai 9 - 11 Maret mendatang 2019.

Dukung Zero Accident di Jalan Raya, Komunitas Master Max Pamekasan Gelar Deklarasi Safety Riding

"Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mensosialisasikan permainan tradisional asli Indonesia yang selama ini sudah ditinggalkan, bahkan dilupakan," kata Ketua Panita acara Festival Dolanan Tradisional Indonesia, Mustaghfirin.

Mustaghfirin menjelaskan, olahraga tradisional saat ini mulai dibangkitkan kembali dengan perlombaan di beberapa daerah di Indonesia.

Ia berharap, masyarakat Kabupaten Pasuruan bisa lebih mencintai olahraga tradisional, apalagi ada generasi muda yang berprestasi di olahraga permainan ini.

Meskipun bagi anak milenial terkesan awam, antusiasme tergambar saat mereka masyarakat sekitar dan pengunjung Pasar Wisata Chenghoo saat mencoba permain tradisional tersebut.

Bermula dari Masalah Pengelolaan Tambang Pasir, Mantan Kades di Lumajang Jadi Korban Penganiayaan

"Awalnya anak-anak yang melihat permainan tradisional ini merasa sulit. Tapi setelah mencoba, ternyata mudah dan mereka keasyikan bermain," jelasnya.

Ada beberapa permainan yang dilombakan dalam festival ini, mulai egrang, terompah, holahop, balap karung, tarik tambang, dan dakonan.

"Terlebih sekarang ini, jam pelajaran siswa sangat padat. Agar mereka tetep fokus dalam studi, badan mereka harus sehat," ucap dia.

"Ya salah satunya dengan mempopulerkan kembali permainan tradisional ini, agar fisiknya anak sering bergerak dan badannya sehat," sambungnya.

Peringati Hari Perempuan Internasional, Relawan Bagi-Bagi Bunga ke Pengunjung CFD Arek Lancor

Selain itu, permainan tradisional dinilai mampu meningkatkan kepekaan sosial anak dan menjauhkan dari sifat individual.

"Harapan kami, pemakaian gawai (smartphone) untuk bermain oleh anak ini semakin dikurangi. Agar fisik mereka terus bergerak," paparnya.

Aldo Zawar, siswa kelas II SD, mengaku senang bermaian permaianan tradisional meskipun agak susah.

"Setiap hari main play station, kalau permainan tradisional itu tekongan (petak umpet) tapi jarang," ujar Aldo dengan senyum. (lih)

Gemar Cangkruk di Angkringan Semasa Kuliah, Wanita Asal Bangkalan ini Dirikan Usaha Kafe Sendiri

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved