Berita Pamekasan

Gandeng Dhu Remmek, Perpusdes Bunga Bangsa Gelar Sosialisasi Pelestarian Bahasa dan Budaya Madura

Komunitas Dhu Remmek bekerja sama dengan Perpusdes Bunga Bangsa Desa Pademawu Timur, menggelar sosialisasi pelestarian bahasa dan budaya Madura.

Gandeng Dhu Remmek, Perpusdes Bunga Bangsa Gelar Sosialisasi Pelestarian Bahasa dan Budaya Madura
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Ketua Perpusdes Bunga Bangsa Pademawu Timur, Siti Sufiyah saat foto bersama dengan Ketua Komunitas Dhu Remmek, Sitti Fatimah di Balai Desa Pademawu Timur, Kabupaten Pamekasan, Minggu (10/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Demi menjaga kelestarian Bahasa dan Budaya Madura, Komunitas Dhu Remmek bekerja sama dengan Perpusdes Bunga Bangsa Desa Pademawu Timur, menggelar sosialisasi pelestarian bahasa dan budaya Madura.

Sosialisasi yang menyasar kalangan anak muda tersebut, diselenggarakan di Balai Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Minggu (10/3/2019).

Ketua Perpusdes Bunga Bangsa Pademawu Timur, Siti Sufiyah mengatakan, acara ini bertujuan untuk mengajarkan kembali kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga kelestarian bahasa dan budaya Madura.

500 Peserta Meriahkan Grand Launching Gowes Explore 2019 di Pantai Slopeng Sumenep

"Mengingat kalangan anak muda saat ini dalam kesehariannya sudah jarang berkomunikasi menggunakan bahasa Madura," ujar Siti Sufiyah.

"Sehingga saya bekerja sama dengan komunitas Dhu Remmek menggelar acara sosialisasi ini untuk mengajarkan masyarakat Pademawu Timur tentang berbahasa Madura yang baik dan sesuai dengan kaidahnya," sambungnya.

Ketua Dhu Remmek, Sitti Fatimah menuturkan, saat ini bahasa dan budaya Madura mulai ditinggalkan oleh generasi muda.

Kata Sitti Fatimah, bahasa Madura kini mulai tergerus oleh bahasa asing serta bahasa gaul dari anak-anak zaman Now.

Pelaku Pencurian Speaker Masjid Ditemukan, Tewas Mengapung usai Lompat di Sungai Ngrowo Tulungagung

"Saya sangat mengapresiasi atas kerja sama dan MOU yang dilakukan oleh Perpusdes Bunga Bangsa Desa Pademawu Timur dengan komunitas Dhu Remmek ini," ungkap dia.

"Dalam sosialisasi ini, kami membagi ilmu sekaligus mengajarkan kepada masyarakat dan juga kalangan generasi muda tentang berbahasa Madura sesuai dengan kaidah yang berlaku sebagaimana di dalam Bahasa Madura dikenal dengan Ondhaggha Bhasa," imbuhnya.

Sitti Fatimah melanjutkan, bahasa Madura merupakan bahasa ibu yang patut dan wajib dilestarikan oleh masyarakat Madura khusunya masyarakat di Kabupaten Pamekasan.

KPU Pamekasan Temukan 323 Lembar Surat Suara Pilpres 2019, Proses Sortir Masih Berlangsung

"Terutama saya ingin generasi muda di Kabupaten Pamekasan dalam kesehariannya berkomunikasi menggunakan bahasa Madura. Karena dengan hal itu, Bahasa Madura akan tetap terlestarikan," jelas Sitti Fatimah.

Tak hanyai itu, Sitti Fatimah juga berharap, di kecamatan juga menggelar acara yang serupa dan bisa bekerja sama dengan komunitas Dhu Remmek untuk sama-sama menjaga, merawat, dan melestarikan bahasa dan budaya Madura.

"Saya berharap di kecamatan dan di desa lain bisa menggelar acara seperti ini. Kami tidak meminta bayaran sepeser pun," ungkapnya.

"Ilmu yang kami berikan semata-mata hanya karena ingin menjaga kelestarian bahasa dan budaya Madura," tegas Sitti Fatimah mengakhiri.

Hujan Deras Disertai Angin Puting Melanda Sumenep, Puluhan Rumah Warga Porak Poranda

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved