Berita Pamekasan

Hainur, Satu-satunya Seniman Kriya Logam Asal Pamekasan, Senang Angkat Karya Berlatar Kearifan Lokal

Hainur Adi Yulianto, Satu-satunya Seniman Kriya Logam Asal Pamekasan, Senang Angkat Karya Berlatar Kearifan Lokal.

Hainur, Satu-satunya Seniman Kriya Logam Asal Pamekasan, Senang Angkat Karya Berlatar Kearifan Lokal
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Hainur berpose dengan karyanya yang berjudul 'Dhangka' di rumahnya, di Jalan Gatot Koco, Desa Kolpajung, Kabupaten Pamekasan, Minggu (10/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Hainur Adi Yulianto merupakan satu-satunya seniman kriya logam di Kabupaten Pamekasan.

Hainur mengaku bergelut di dunia seni sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga sekarang.

"Saya menyukai seni itu sejak masih umur 7 tahun. Waktu itu saya sudah mulai menjadi penabuh musik daul. Namun saat ini saya beralih ke seni kriya," ujarnya, kepada Tribunmadura.com, Minggu (10/3/2019).

Menurut Hainur, selama bergelut di seni kriya, dia telah membuat sejumlah karya. Karya keempatnya, ia mengangkat tema kearifan lokal Pamekasan yang diberi judul "Dhangka".

'Dhangka' dalam Bahasa Madura yaitu 'Mapatdheng ka matah'.

"Bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia itu, karya yang saya buat ini begitu misterius ketika dilihat oleh mata dan mengandung unsur sejarah," jelas Hainur Adi Yulianto.

Ditanya soal inspirasi karyanya, Hainur menjawab, ia terinspirasi dari legenda di pulau garam Madura yang hidup sekitar tahun 1605 saka atau tahun 1683 masehi.

Hainur menceritakan, dahulu di pulau Madura hiduplah seorang pengelana penyebar agama Islam yang memiliki kesaktian. Pengelana tersebut bernama 'Ki Moko'.

"Di tengah-tengah hutan yang tandus dimana dia bertempat tinggal, Ki Moko yang pekerjaannya sehari-hari mencari ikan di laut, berhasil menciptakan sumber-sumber kebutuhan hidup yang diupayakan guna memenuhi kebutuhan yang mendesak yaitu pada saat ia harus menyambut atau menjamu tamu dari kerajaan dari Palembang," cerita Hainur, mengisahkan legenda tentang Ki Moko.

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved