Berita Pamekasan

Musim Buah Srikaya Tiba, Trotoar Jalan di Pamekasan Jadi Pasar Dadakan Penjual Srikaya

Ketika musim buah Srikaya tiba, maka kawasan Lapangan Sadangdang di Jalan Kemayoran, Kabupaten Pamekasan mendadak berubah jadi pasar dadakan yang dipe

Musim Buah Srikaya Tiba, Trotoar Jalan di Pamekasan Jadi Pasar Dadakan Penjual Srikaya
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana pedagang buah Srikaya yang menggelar lapak dagangannya di atas trotoar di area Lapangan Sedangdang, Jalan Kemayoran, Kabupaten Pamekasan, Senin (11/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Ketika musim buah Srikaya tiba, maka kawasan Lapangan Sadangdang di Jalan Kemayoran, Kabupaten Pamekasan mendadak berubah jadi pasar dadakan yang dipenuhi para pedagang buah srikaya tersebut, Senin (11/3/2019).

Pantauan Tribunmadura.com, para pedagang buah srikaya menggelar lapak dagangannya di atas trotoar di bagian sisi kanan dan sisi kiri jalan raya.

Uniknya para pedagang srikaya tersebut tidak hanya melayani pembeli yang membeli srikaya dengan kiloan namun buah srikaya tersebut juga dijual per bak dan per ember.

Bandit Curanmor Beraksi di Malang Selama Dua Tahun, Sasarannya Motor di Teras atau Lokasi Sepi

Foto Lima Oknum PMII Gunakan Atribut Paslon Pilpres 2019 Tersebar di Whatsapp (WA) Tuai Polemik

Siapkan Diri Kalian, Perusahaan BUMN Buka 11.000 Lowongan Kerja, Ada Lowongan untuk Disabilitas Juga

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari para pedagang srikaya yang berjualan di lokasi trotoar di area lapangan sedangdang Pamekasan, per satu bak berisi sekitar 40-50 srikaya dengan ukuran sedang dan dihargai sekitar Rp 50 ribu samapai Rp 60 ribu.

Untuk yang takaran satu ember berisi sekitar 20 srikaya dengan ukuran tanggung dan dipatok harga sekitar harga Rp 40 ribu.

Misnati, salah seorang pedagang buah Srikaya, menjelaskan, dirinya bersama suama dan tiga anaknya menggelar lapak buah di tempat terpisah.

Diimingi Uang, Seorang Kakek Cabuli Ponakan Usia di Bawah Umur di Rumah Pelaku Saat Sepi

Jangan Coba-Coba Parkir Sembarangan di Surabaya, Dendanya Setengah Juta Rupiah Per-Kendaraan

BMKG Juanda Memprediksi Musim Kemarau di Jawa Timur Akan Terjadi pada Akhir Bulan April

Misnati yang berasal dari Desa Kadur Pamekasan itu mengaku, saban tahun ia bersama keluarganya dipastikan membuka lapak dagangan buah Srikaya di kawasan Lapangan Sadangdang.

“Saya mengepul buah Srikaya dari petani di Bluto Sumenep. Hasilnya, saya jajakan di Pamekasan. Tak hanya saya saja yang berjualan. Suami dan tiga anak saya juga saya beri lapak buah untuk berdagang bersama meski termpatnya terpisah. Itu di seberang jalan sebelah barat punya anak saya dan suami saya," ujar Misnati kepada Tribunmadura.com saat ditemui sedang menggelar lapak buanhnya di area lapangan sedangdang Pamekasan, Senin (11/3/2019).

Misnati mengaku, ia tidak hanya menjual buah srikaya dengan sistem borongan. Tapi ia juga menjual buah Srikaya secara eceran.

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved