Berita Sumenep

Usai Ditangkap Mesum di Kamar Kos & Dibina, Oknum Pegawai Dinkop Sumenep ini Kembali Berduaan di Kos

Usai Ditangkap Mesum di Kamar Kos dan Dibina, Oknum Pegawai Dinas Koperasi Sumenep ini Kembali Berduaan di Tempat Kos.

Usai Ditangkap Mesum di Kamar Kos & Dibina, Oknum Pegawai Dinkop Sumenep ini Kembali Berduaan di Kos
TRIBUNMADURA/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Pegawai kontrak Dinas Koperasi Sumenep, AH (42) asal Desa Bangselok, Kota Sumenep dan perempuan diduga selingkuhannya HS (44) asal Desa Banyu Urip, Surabaya saat diamankan Satpol PP Sumenep, diduga berbuat mesum di kamar kos Desa Pangarangan, Sumenep. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Cerita pasangan mesum digerebek, setelah diduga berbuat mesum di kamar kos dan ditangkap petugas Satpol PP Sumenep beberapa waktu lalu, makin menarik.

Pria yang ditangkap saat lagi asyik berduaan dengan cewek di kamar kos di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep tersebut adalah seorang pegawai Dinas Koperasi Sumenep. 

Menariknya, usai ditangkap dan diberi pembinaan oleh Satpol PP, keduanya kembali ke kamar kos saat mereka ditangkap petugas, untuk kembali berdugaan lagi.

Kabid Trantibum Satpol PP Sumenep Fajar Santoso mengatakan, oknum pegawai Dinas Koperasi Sumenep berinisial AH (42), warga asal Desa Bangselok, Kota Sumenep.

Sedangkan perempuan yang berduaan dengannya di kamar kos berinisial HS (44), asal Desa Banyi Urip, Surabaya.

Saat ditangkap Satpol PP, kedua pasangan mesum itu berkilah sudah menikah secara siri, tapi mereka tidak bisa menunjukkan bukti nikah secara sah berdasar hukum alias aturan yang berlaku.

"Memang mengakunya nikah siri secara Agama. Tapi tetap kita tangkap, karena tak ada bukti nikah yang sah dan mereka hanya menunjukkan KTP saja," ujarnya, kepada Tribunmadura.com, Senin (11/3/2019).

Dua Pasangan Mesum Diamankan Satpol PP Sumenep di Hotel, Malah Jadikan 2 Alasan ini Senjata Andalan

Kasmaran Dengan Pria Selingkuhannya, Wanita Ini Tega Bunuh Suaminya Sendiri Dengan Jamu Oplosan

Menurut Fajar Santoso, apa yang dilakukan petugas Satpol PP semata-mata adalah untuk menegakkan aturan Perda.

"Kita kan melakukan penertiban sesuai Perda yang berlaku, itu jelas bukan mukhrimnya secara hukum negara, dan pasangan itu namanya perselingkuhan," tegasnya.

Namun setelah dibawa ke Kantor Satpol PP, mereka memang menunjukkan bukti cerai. Sayang, bukti cerai yang ditunjukkan masih dalam gugatan dan belum resmi alias tidak tersertifikat.

"Isi surat yang ditunjukkan yang pria inisial AH yang bekerja sebagai pegawai Dinas Koperasi itu masih boleh rujuk," ucap Fajar Santoso.

Menurutnya, setelah dipulangkan dan diberikan pembinaan oleh Satpol PP Sumenep, keduanya ternyata kembali lagi di sebuah kamar kos tempat mereka diciduk oleh petugas.

Hal itu ditemukan setelah dilakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan dan pembinaan.

"Ternyata di hari dinas, pasangan itu berada di kamar kosnya lagi sedang berduaan. Seharusnya kan masuk kerja yang laki-laki itu di Dinas Koperasi. Namun, eh ternyata dia tidak masuk dan ada di kamar kosnya dalam pintu tertutup dengan cewek itu lagi," beber Fajar Santoso.

Jalin Asmara Dengan Pemuda Usia Beda 49 Tahun, Mbah Mentil Dibunuh Kekasih Brondong Usai Disetubuhi

Bayinya Lahir Buntung, Ibu Kandung di Sumenep ini Langsung Ngebut Pakai Motor Membuangnya di Kuburan

Lompat Jendela Berbuat Mesum dengan Janda, Pasangan Selingkuh di Sumenep Dikepung Warga Lalu Dikeler

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved