Berita Sumenep

Tiga Bulan Terakhir Angka Kematian Ibu dan Anak di Sumenep Meningkat Tajam, Berikut Datanya

Tiga Bulan Terakhir Angka Kematian Ibu dan Anak di Sumenep Meningkat Tajam, Berikut Datanya.

Tiga Bulan Terakhir Angka Kematian Ibu dan Anak di Sumenep Meningkat Tajam, Berikut Datanya
TRIBUNMADURA/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Pelayanan di kantor Dinkes Sumenep, Kamis, (14/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Angka kematian ibu dan bayi di Sumenep meningkat cukup tajam, dalam beberapa bulan terakhir.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumenep A Fatoni mengatakan, Kamis (14/3/2019).

Menurut A Fatoni, selama memasuki tiga bulan pertama tahun 2019 sejak Januari hingga Maret ini, angka kematian Ibu ada lima kasus, sementara kasus kematina anak ada dua kasus.

"Padahal sepanjang tahun 2018 lalu, angka kematian Ibu dan anak di Kabupaten Sumenep hanya 12 kasus saja," ujarnya, kepada Tribunmadura.com.

Meningkatnya angka kematian ibu dan anak tersebut, kata A Fatoni, tersebar di 27 Kecamatan, baik di daratan maupun di kepulauan wilayah Sumenep.

"Untuk penyebabnya, salah satunya karena tiba-tiba darahnya naik," paparnya.

TERUPDATE, Inilah Penyebab Whatsapp (WA) Facebook (FB) Instagram (IG) Hari ini Alami Gangguan/ Error

Terungkap, Penyebar Isu Kiamat di Ponorogo Katimun, Minta Jamaah Pakai Pedang, Begini Inti Ajarannya

Selama 4 Tahun, Gadis Ini Diperkosa Ayah Kandungnya di Samping Kamar Ibu hingga Lahirkan Bayi Kembar

Untuk mencegah dan meminimalisir angka kematian itu, setiap Ibu yang hamil, kata A Fatoni, harus rutin ke Posyandu untuk melakukan pemeriksaan.

Karena, dengan periksaan akan terus dimonitor kesehatannya.

"Apalagi pemeriksaannya juga gratis," tegasnya.

Namun, yang sering terjadi pada ibu di Sumenep adalah, ketika sakit baru mau periksa ke puskesmas dan mau mengurus kartu BPJS. Padahal, hal itu tidak baik.

"Seharusnya sudah di urus sebelumnya. Kita juga sudah sering melakukan sosialisasi. Makanya kami minta aparat Desa untuk aktif turun ke warga menyampaikan sosialisasi," imbuhnya.

Bayinya Lahir Buntung, Ibu Kandung di Sumenep ini Langsung Ngebut Pakai Motor Membuangnya di Kuburan

Kasmaran Dengan Pria Selingkuhannya, Wanita Ini Tega Bunuh Suaminya Sendiri Dengan Jamu Oplosan

Jalin Asmara Dengan Pemuda Usia Beda 49 Tahun, Mbah Mentil Dibunuh Kekasih Brondong Usai Disetubuhi

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved