Berita Surabaya

Bius Korban dengan Obat Tidur, Residivis Pembunuhan Bawa Kabur Mobil Driver Online ke Madura

Ia justru kembali terlibat kejahatan pencurian mobil dengan cara membius pemilik driver online.

Bius Korban dengan Obat Tidur, Residivis Pembunuhan Bawa Kabur Mobil Driver Online ke Madura
TRIBUNMADURA.COM/NUR IKA ANISA
Anggota unit Resmob Polrestabes Surabaya saat menggiring Asum dan rekannya, Jumat (15/3/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Meski sudah ditahan akibat dua kasus kejahatan, dinginnya di balik jeruji tahanan nyatanya tak membuat Asum (38) jera.

Ia justru kembali terlibat kejahatan pencurian mobil dengan cara membius pemilik driver online.

Asum mengaku, pernah ditangkap polisi atas kasus pembunuhan dan perampasan di Polda Metro Jaya.

Prabowo Subianto Janji Liburkan Sekolah dan Kampus Selama Bulan Ramadan Jika Dirinya Menang Pilpres

"Saya pernah di tahan di Polda Metro Jaya, pembunuhan," kata tersangka di Polrestabes Surabaya, Jumat (15/3/2019).

"Di Waru Sidoarjo juga (mencuri mobil), ditinggal di jalan (korban)," sambung dia.

Bersama rekannya, Ari Ariasteja, pria asal Kabupaten Bangkalan itu, membawa kabur mobil yang ditumpanginya dari Jakarta ke Surabaya tujuan Gresik.

Tersangka kemudian membius korbannya saat diajak istirahat di sebuah hotel di Surabaya.

Penyidik KPK Datangi Kantor Kementerian Agama Gresik, Segel Ruang Kerja Muh Muwafaq Wirahadi

"Saya kasih obat tidur, pas mau makan. Obatnya saya gerus satuin sama makanan," ucapnya.

Ia menjelaskan, obat bius yang digunakannya dapat berefek cepat dan korban tertidur selama sekitar tiga jam.

Sementara ia dan kawannya, membawa kabur mobil korban ke Madura.

"Obatnya beli di toko obat kuat, idenya dari saya sendiri. Itu langsung tidur," katanya.

Ahmad Dhani Dijenguk Ibunya di Rutan Klas I Surabaya, Kuasa Hukum Mengaku Dapat Kabar Mendadak

Pelarian Asum dan kawannya terhenti saat Tim Resmob Polrestabes Surabaya menghentikan mobil korban yang melintas di Kabupaten Bangkalan, Selasa (12/3/2019).

"Pelaku residivis. Mobil ini rencananya akan dijual ke Madura, mau dijual Rp 15 -25 juta," kata Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti.

"Ini yang kedua, yang pertama sudah di jual. Kami lidik dan koordinasi dengan Polres Bangkalan ketemu di jalan. Penangkapan pas di jalan," sambung dia.

Selama Musim Hujan, Warga Desa Kesamben Wetan Gresik Kebanjiran Sembilan Kali

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved