Berita Sumenep

Instruktur Nasional PKPNU Minta Kader di Sumenep Perkuat Jati Diri NU dengan Tiga Pola Gerakan Ini

Instruktur Nasional PKPNU Sumenep, KA Warist Umar menyebut, ada tiga pola gerakan yang harus diamalkan kadernya untuk memperkuat jati diri.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC GP Ansor, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Selasa (26/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Instruktur Nasional PKPNU Sumenep, KA Warist Umar menyebut, ada tiga pola gerakan yang harus diamalkan kadernya untuk memperkuat jati diri dan menjaga persatuan Nahdlatul Ulama (NU).

"Gerakan yang harus dilakukan para kader bukan dengan kekerasan tetapi menggunakan tiga pola gerakan yang sangat relevan di era milenial ini," kata KA Warist Umar dalam Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC GP Ansor, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Selasa (26/3/2019).

KA Warist Umar menyebut, tiga pola gerakan tersebut di antaranya Tazawaru Ba'dluhum Ba'dlo, Tawashau Bil Haqqi Watawashau Bis Shabri, dan Taqarrub Ilallah.

AHY Kampanye di Pamekasan, Minta Masyarakat Madura Tak Lupa Era SBY Bangun Jembatan Suramadu

Ia berharap, seminar tersebut dapat memperkuat ideologi kader Ansor dalam ber-NU agar sejalan dengan alur yang digariskan Nahdlatul Ulama.

"Pola gerakan yang harus dilakukan para kader bukan dengan kekerasan tetapi menggunakan Tazawaru Ba'dluhum Ba'dlo atau pakai gerakan yang kedua itu saliang menasehati tentang kebenaran dan kesabaran yakni Tawashau Bil Haqqi Watawashau Bis Shabri," katanya.

"Dan yang terakhir mendekatkan diri kepada Allah, yakni Taqarrub Ilallah," paparnya.

Pencuri Bersarung Asal Lumajang Dibekuk Polisi, Beraksi saat Waktu Salat Subuh Berjamaah di Masjid

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved