Piala Presiden

Gagal Raih Juara di Piala Presiden 2019 Lawan Arema FC, Persebaya Lakukan Banyak Evaluasi

Gagal Raih Juara di Piala Presiden 2019 Lawan Arema FC, Persebaya Lakukan Banyak Evaluasi

Gagal Raih Juara di Piala Presiden 2019 Lawan Arema FC, Persebaya Lakukan Banyak Evaluasi
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman dan M Hidayat saat konferensi pers jelang laga menghadapi Madura United, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG – Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman akui masih banyak evaluasi dari skuat asuhannya, meskipun pada Piala Presiden 2019 tahun ini miliki catatan positif sebagai runner up.

Catatan ini lebih baik dibandingkan tahun lalu, dimana Persebaya, kala itu dilatih oleh Angel Alfredo Vera, hanya terhenti di babak delapan besar.

Disampaikan pelatih asal Majalengka tersebut, satu diantara evaluasi Persebaya adalah tentang penyelesaian akhir.

Pelaku Pembunuh Guru Honorer Dimutilasi Mengaku Kesulitan saat Eksekusi Kepala Korban hingga Putus

Sering Bersolek Mirip Cewek, AS Bunuh Guru Honorer Dimutilasi Usai Pulang Menjadi TKI di Malaysia

Sadis, Suami Posesif Hajar Istri Tiap Dapat Like di Facebook (FB), Rutin Disiksa Sampai Wajah Rusak

Dimana banyak peluang matang tercipta tapi tidak berhasil dikonfersi menjadi gol.

“Itu barangkali soal ketenangan. Karena peluang sudah cukup terbuka, kami kurang tenang meneyelesaikan peluang, padahal sudah dibuat sedemikan rupa cukup bagus. Kami mencatat itu semua untuk diperbaiki kedepan,” terang Djanur usai laga hadapi Arema (12/4/2019).

Faktor lain, ditambah Djanur, adalah kurang percaya diri pada rekan setim lain, sehingga banyak kesempatan skuatnya selalu memaksakan diri.

“Lurang percaya pada tema sehingga memaksakan diri, itu juga menjadi  PR kami yang perlu diperbaiki,” tambahnya.

Tidak ketinggalan. Mantan pelatih Persib dan PSMS Medan itu juga menilai bahwa komposisi pemain lini tengah Persebaya kurang teruji.

Dimana, sepanjang gelaran Piala Presiden 2019, ketergantungan pada peran M Hidayat yang di dua laga final terakhir harus cedera.

Minimnya pemain pengganti, mengharuskan Abu Rizal Maulana, pemain yang biasa beroperasi di bek kanan, dimainkan sebagai gelandang bertahan (Leg 2 hadapi Arema FC).

Arema FC Juara Piala Presiden 2019, Ribuan Aremania Gelar Konvoi Keliling Kota Malang

6 Jam Menghilang, Wanita yang Melompat ke Sungai di Pamekasan Ditemukan Tubuhnya Menancap di Lumpur

Kepala Guru Honorer Dimutilasi Dikubur, Hujan Air Mata dan Tangis Keras Tim Sexy Dancer Meledak

“Banyak evaluasi, lini tengah terutama. Kami ada sedikit keropos di situ, itu yang harus kami perbaiki,” tambah Djanur.

Bahkan, untuk menambal kekurangan itu, jika saja tidak bisa diperbaiki secara performa dari skuat yang ada. Pelatih 55 tahun tersbut membuka peluang akan lakukan penambahan pemain.

“Itu (lini tengah, red) yang menjadi pemikiran kami. Apakah memperbaiki pemain yang ada. Kami sudah komunikasi dengan menajemen, tadi juga langsung membicarakan soal itu, tapi belum ada keputusan, apakah memperbaiki yang ada, atau menambah pemain,” tutup Djanur. (Khairul Amin)

Penulis: Khoirul Amin
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved