Berita Pamekasan

FKUB dan MWCNU Pamekasan Imbau Masyarakat Tak Lakukan Aksi yang Menyebabkan Ketidakamanan

FKUB dan MWCNU Pamekasan Imbau Masyarakat Tak Lakukan Aksi yang Menyebabkan Ketidakamanan

FKUB dan MWCNU Pamekasan Imbau Masyarakat Tak Lakukan Aksi yang Menyebabkan Ketidakamanan
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Ketua FKUB Pamekasan, KH. Muid Khozin 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pamekasan, KH Muid Khozin sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darul Akhlaq, Desa Toronan, Kabupaten Pamekasan, menghimbau kepada semua tokoh agama, tokoh masyarakat, khususnya di Kabupaten Pamekasan agar momentum dalam menghadapi Bulan Suci Ramadan ini bisa menjalani ibadah secara khusuk dan baik, tidak usah mengadakan hal-hal yang menimbulkan kerawanan atau ketidak amanan, dan ketidaknyamanan orang untuk menjalani ibadah di Bulan Suci Ramadan ini.

"Mari di Bulan Suci Ramadan ini kita saling memaafkan. Pemilihan Pilpres 2019 di Pamekasan sudah selesai, artinya kita harus kembali kepada tugas masing-masing. Kalau katanya orang Madura itu 'lakonah lakonih kennengah keninggih' (Pekerjaannya dikerjakan, tempatnya ditempati)," kata KH Muid Khozin kepada TribunMadura.com, Senin (13/5/2019) sore.

Presiden Jokowi Menolak Nginap di Kamar Presidential Suite Seharga Rp 20 Juta Per Malam, Alasannya?

Rebut 20 Kursi DPR RI PDIP Juara Pemilu di Jatim Kalahkan PKB, Bikin Demokrat PAN PKS Gigit Jari

Setelah Resmikan Tol Pandaan-Malang, Presiden Jokowi Minta Tol itu Digratiskan Sampai Mudik Lebaran

"Hasil Pemilu tentunya harus kita percayakan kepada yang berwenang dalam hal ini adalah KPU, mari kita bersabar sembari menunggu hasil keputusan KPU, baik keputusan resmi hasil pileg dan pilpres 2019," ajaknya menambahi.

Lebih lanjut KH Muid Khozin menyampaikan terima kasih kepada KPU dan Bawaslu serta kepada semua aparatur pemerintah tak lupa pula kepada masyarakat yang telah ikut serta mensukseskan Pemilu 2019 khususnya di Kabupaten Pamekasan.

"Misal nanti jika dalam pemilu 2019 ada persoalan atau masalah yang perlu diselesaikan, sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum dan tetap mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Karena negara kita negara hukum," ujarnya.

Di sisi lain Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Kyai Zainal Waqud mengatakan, berakhirnya serangkaian proses Pemilu 2019 khususnya di Kabupaten Pamekasan, pihaknya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja KPU dan Bawaslu, sehingga Pemilu 2019 di Kabupaten Pamekasan berjalan aman, jujur, adil, transparan, dan demokratis.

"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Pamekasan untuk menghargai hasil proses rekapitulasi Pemilu 2019 yang ditetapkan KPU, dan mari kita tetap jaga persatuan untuk mewujudkan Kabupaten Pamekasan yang aman, damai dan sejuk," kata Kyai Zainul Waqud.

Lebih lanjut Kyai Zainal Waqud mengatakan, pihaknya menolak kegiatan aksi intervensi maupun tindakan inkonstitusional dari pihak mana pun terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kejati Jatim Akan Turunkan Satu Jaksa Hadapi 21 Pengacara Sugi Nur (Gus Nur), Pengacara: Sah Saja

Calon Manten Wanita Syok Kekasihnya Diciduk Polisi Jelang Akad Nikah, Hamili Gadis Jadi Penyebab

Langkah-langkah inkonstitusional untuk mendelegitimasi KPU, termasuk dengan cara people power.

"Mari kita jaga persatuan, kesatuan dan keselamatan bangsa Indonesia untuk membangun NKRI lebih baik," pungkasnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved