Ramadan 2019

Gubernur Jawa Timur Khofifah Pastikan Stok Bahan Makanan Pokok Aman Selama Ramadan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Pastikan Stok Bahan Makanan Pokok Aman Selama Ramadan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Pastikan Stok Bahan Makanan Pokok Aman Selama Ramadan
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat kunjungan ke kabupaten Sumenep, kemarin Minggu (12/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan kebutuhan bahan pokok selama Ramadan cukup dan aman, namun hanya saja dimungkinkan terjadinya lonjakan harga akibat kekurangan stok kecil, Minggu (13/5/2019).

"Beras aman, telur aman, gula aman, daging ayam dan daging sapi aman selama bulan Romadhan dan Idul Fitri nanti," papar mantan Menteri Sosial (Mensos) ini saat melakukan kunjungan di Kota Sumenep.

Sementara untuk bawang katanya, sebenarnya menurut Perpres tidak termasuk ke dalam bahan pokok.

Tapi rupanya juru masak itu baik di rumah atau restoran, merasa kurang pas kalau bawang putihnya tidak banyak.

Presiden Jokowi Menolak Nginap di Kamar Presidential Suite Seharga Rp 20 Juta Per Malam, Alasannya?

Rebut 20 Kursi DPR RI PDIP Juara Pemilu di Jatim Kalahkan PKB, Bikin Demokrat PAN PKS Gigit Jari

Gubernur Jatim Jenguk Menteri Agama era Gus Dur di RSSA, Teringat Hal Ini dengan KH Tholchah Hasan 

"Bawang itu menurut Perpres tidak termasuk ke dalam bahan pokok," katanya.

Berdasarkan pantauannya selama ini di sejumlah pasar yang menjadi titik pantau Badan Pusat Statistik (BPS). Sedikitnya ada 25 pasar yang dijadikan titik pantau oleh BPS. Semuanya tersebar di delapan kabupaten/kota.

“Dari 25 titik pantau itu, tiga di antaranya sudah saya kunjungi,” tutur Khofifah.

Sehingga, lanjut Khofifah, beberapa waktu lalu sempat terjadi kelangkaan bawang putih. Efeknya terjadi lonjakan harga.

Namun per 11 Mei kemarin, bawang putih sudah banyak masuk ke Jawa Timur melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Jumlahnya ditaksir mencapai 85 ribu ton.

“Kami sudah koordinasi, baik dengan pihak bea cukai maupun kepolisian agar bawang putih yang telah merapat ke Tanjung Perak itu segera masuk pasar. Mudah-mudahan paling telat tanggal 15 Mei,” paparnya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved