Berita Pamekasan

Ketua MWCNU Pakong Pamekasan Ajak Warga Tolak People Power, Sebut Tindakan yang Inkonstitusional

Ketua MWCNU Pakong Pamekasan Ajak Warga Tolak People Power, Sebut Tindakan yang Inkonstitusional

Ketua MWCNU Pakong Pamekasan Ajak Warga Tolak People Power, Sebut Tindakan yang Inkonstitusional
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Kyai Zainal Waqud. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Kyai Zainal Waqud menghimbau, kepada masyarakat Pamekasan untuk menolak aksi People Power.

Pihaknya menolak kegiatan aksi intervensi maupun tindakan inkonstitusional dari pihak mana pun terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU). Langkah-langkah inkonstitusional untuk mendelegitimasi KPU, termasuk dengan cara people power.

"Mari kita jaga persatuan, kesatuan dan keselamatan bangsa Indonesia untuk membangun NKRI lebih baik," kata Kyai Zainal Waqud.

Wanita ini Minta Cerai saat Tahu Suaminya Punya WIL, Tapi Akibatnya Malah Celurit yang Bicara

Presiden Jokowi Menolak Nginap di Kamar Presidential Suite Seharga Rp 20 Juta Per Malam, Alasannya?

Gubernur Jatim Jenguk Menteri Agama era Gus Dur di RSSA, Teringat Hal Ini dengan KH Tholchah Hasan 

Berakhirnya serangkaian proses Pemilu 2019 khususnya di Kabupaten Pamekasan, Kyai Zainal Waqud mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja KPU dan Bawaslu, sehingga Pemilu 2019 di Kabupaten Pamekasan berjalan aman, jujur, adil, transparan, dan demokratis.

"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Pamekasan untuk menghargai hasil proses rekapitulasi Pemilu 2019 yang ditetapkan KPU, dan mari kita tetap jaga persatuan untuk mewujudkan Kabupaten Pamekasan yang aman, damai dan sejuk," ajaknya.

Tak hanya itu, Kyai Zainal Waqud menghimbau kepada semua masyarakat, khususnya di Kabupaten Pamekasan agar momentum dalam menghadapi Bulan Suci Ramadan ini bisa menjalani ibadah secara khusuk dan baik, tidak usah mengadakan hal-hal yang menimbulkan ketidak amanan, dan ketidaknyamanan orang untuk menjalani ibadah di Bulan Suci Ramadan ini.

"Mari di Bulan Suci Ramadan ini kita saling memaafkan. Pemilihan Pilpres 2019 di Pamekasan sudah selesai, artinya kita harus kembali kepada tugas masing-masing," ujarnya.

"Hasil Pemilu tentunya harus kita percayakan kepada yang berwenang dalam hal ini adalah KPU, mari kita bersabar sembari menunggu hasil keputusan KPU, baik keputusan resmi hasil pileg dan pilpres 2019," pungkasnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved