Mudik Lebaran
Ada Program Mudik Gratis Pakai Kapal, 50 Persen Warga Kepulauan di Sumenep Malah Tak Dapat Tiket
Ada Program Mudik Gratis Pakai Kapal, 50 Persen Warga Kepulauan di Sumenep Malah Tak Dapat Tiket
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Mujib Anwar
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Program mudik gratis Angkutan Lebaran 2019 di Sumenep Madura dikeluhkan masyarakat.
Pasalnya, meski Pemprov Jatim melalui Pemkab Sumenep menyediakan program mudik gratis 2019, khusunya untuk moda transportasi jalur laut, tetap dinilai tidak maksimal.
Akibatnya, warga kepulauan yang tergabung dalam Komunitas Warga Kepulaun (KWK) mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Jumat (24/5/2019).
Mereka mempertanyakan keseriusan dalam pelaksanakan program mudik-balik gratis tersebut.
"Ada sekitar 50 persen warga kepulauan yang hendak pulang kampung. Namun tiket atau kuota program mudik-balik gratis yang pendaftarannya bisa secara online sudah habis atau penuh," kata Ketua KWK, Safiudin saat ditemu bersama warga lainnya di Kantor Dishub Sumenep.
Dari keluhan itulah, Safiudin datang dalam rangka untuk audiensi dengan Dinas Perhubungan dan beberapa pihak terkait lainnya, seperti operator, pertanyakan kejelasan tentang tiket mudik-balik gratis.
"Ini setiap tahun terjadi bagi warga kepulauan," tegasnya.
Atas kejadian itu, warga Pulau Kangean ini mengaku tidak ingin berspekulasi lebih jauh, misalnya ada sabotase dari oknum-oknum tertentu.
“Tapi kami hanya ingin menyampaikan kepada seluruh pihak terkait agar ke depannya pemberian tiket mudik-balik gratis ini sebaiknya dibatasi. Misalnya satu orang hanya bisa mendapat maksimal lima tiket,” paparnya.
Tak cukup hanya itu, Safiudin juga menilai sejauh ini sosialisasi terkait program mudik-balik gratis belum cukup maksimal.
Terutama cara mendapat tiketnya yang bisa secara online.
Sebab katanya, sekitar 75 persen warga kepulauan yang ingin mudik belum semuanya paham informasi teknologi (IT).
“Kami datang ke sini juga untuk mengklarifikasi langsung, sebetulnya berapa kapasitas atau kouta program mudik-balik gratis tahun ini, dan berapa tiket yang sudah diberikan kepada masyarakat,” kritik Safiudin.