Berita Pamekasan

Ditertibkan Petugas Gabungan, PKL Monumen Arek Lancor Pamekasan Menolak dan Melawan

PKL Monumen Arek Lancor Pamekasan Menolak dan Melawan saat Ditertibkan Petugas Gabungan dari Satpol PP, Polisi dan Tentara.

Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/MUCHSIN
PKL Monumen Arek Lancor Pamekasan menolak ditertibkan oleh petugas gabungan, Senin (3/12/2018). 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Penertiban PKL Monumen Arek Lancor Pamekasan yang dilakukan tim gabungan, terdiri atas Satpol PP Pamekasan, Dinas Pehubungan Pamekasan, Kodim 0826 Pamekasan, Polres Pamekasan dan anggota CPM Pamekasan, tidak berjalan mulus, Senin (3/12/2018).

Sebab, PKL Monumen Arek Lancor Pamekasan menolak untuk ditertibkan dengan alasan, karena mereka belum mendapat pemberitahuan resmi dari pemkab dan tidak adanya lokasi tempat penampungan bagi mereka, setelah ditertibkan. Sehingga mereka khawatir nasibnya terkatung-katung.

Saat sejumlah aparat datang kelokasi, sekitar pukul 10.30 WIB dan mendekati PKL agar segera memindahkan barang dagangannya, mereka bergeming tidak mau beranjak dari tempat jualannya. Bahkan, ketika petugas penertiban hendak membawa lapak dan dangannya, mereka berusaha mempertahankan. 

Awas, Pria di Surabaya Rentan Terkena Disfungsi Ereksi dan Berpengaruh Pada Hubungan Intim

Mendapat perlawanan itu petugas ciut, tidak berani bertindak tegas mengusir atau mengambil lapaknya. Apalasi saat itu sejumlah aktivis dan LSM ikut bergabung dengan PKL. Akibatnya petugas terpaksa mengalah sementara dan membiarkan beberapa PKL berjualan di lokasi Arek Lancor.

Koordinator PKL Arek Lancor, Ahmad Mohtar, kepada Tribunjatim.com, mengakui jika di antara PKL ada yang belum mengerti jika mulai hari ini, mereka tidak boleh berjualan lagi, sehingga mereka kaget dan tidak mau untuk ditertibkan.

Menurut Ahmad Mohtar, jumlah PKL di Arek Lancor, saat ini sekitar 156. Namun tidak semunya menggelar dagangannya dari pagi hingga malam.

Karena ada yang berjualan dari pukul 16.00 hingga malam hari. Di antara PKL sudah ada yang berjualan lebih dari 10 tahun dan beberapaki katanya akan  ditertibkan, tapi selalu menemui jalan buntu.

Mau Masukkan Motor Yamaha Yupiter ke Mobil Suzuki Carry, Pemuda di Pasuruan ini Akhirnya Masuk Bui

Diungkapkan, jika mereka hanya disuruh pindah dan tidak boleh berjualan di lokasi ini tapi tanpa ada jalan keluar bagi nasib mereka, ini tidak boleh terjadi, karena mereka yang berjualan untuk menyambung hidup dengan menafkahi istri dan anak-anaknya.

“Bukannya kami menolak untuk ditertibkan disuruh pindah ke lokasi lain. Tapi pemkab ingkar janji terhadap kami. Setahun lalu, ketika kami ditertibkan dan disuruh pindah, semua sudah mematuhi, karena ada jaminan dari Satpol PP untuk mengawal kami ke lokasi baru di area eks Stasiun Kereta Api (KA) di Jl Trunojoyo. Tapi, setelah kami pindah, PKL di eks Stasiun KA, menolak kehadiran kami, sehingga kami terbengkalai,” tegas Mohtar.

Karena itu, sebelum mereka dipindah, pemkab sudah menyediakan lahan bagi PKL. Tentunya lokasi yang akan ditempati ini, khusus untuk PKL tidak bercampur dengan dagangan lain. Dan lokasinya harus benar-benar, tepat tidak dibuang ke tempat yang jauh dari jangkauan masyarakat.

Caleg di Pasuruan Mulai Panasi Mesin Politik Lewat Gerakan Salam 5 Jari

Disinggung kebijakan pemkab yang memberi peluang bagi PKL untuk tetap berjulaan setiap minggu diberi waktu tiga hari, Jumat hingga Minggu, mulai pukul 16.30 sampai pukul 22.00, dinilai kebijakan itu tidak menguntungkan PKL, karena tidak mungkin dalam seminggu hanya berjualan tiga hari dan waktunya dibatasi.

Kasi Operasi dan Pengendalian, Satpol PP Pamekasan, Misyanto, yang diminta tanggapannya mengenai penertiban PKL yang menuai penolakan ini, mengatakan pihaknya saat ini akan membahas dulu dengan perwakilan PKL. “Masih kami rundingkan dulu,” kata Misyanto, yang ditemui di lokasi.

Seperti diberitakan, puluhan PKL yang selama ini menjajakan dagangannya di area monumen Arek Lancor, Pamekaan akan ditertibkan, Senin (3/12/2018). Sebab keberadaan PKL yang sudah lebih dari 10 tahun menempati lokasi itu,  dianggap mengganggu keindahan dan kebersihan kota Pamekasan. (Surya/Muchsin)

Pilihan Masuk Manajemen UTM, Antar Azizah Makin Beken

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved