Breaking News:

Berita Tulungagung

Polisi Tulungagung Bekuk 5 Terduga Pengedar Sabu-sabu di Tiga Lokasi Berbeda

Lima orang terduga pengedar narkoba jenis sabu-sabu ditangkap tim gabungan Polsek Bandung, Polsek Tulungagung dan Satreskoba Polres Tulungagung.

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Barang bukti pil doubel L dan sabu-sabu yang disita polisi gabungan Polsek Bandung, Polsek Tulungagung dan Satreskoba Polres Tulungagung, Jumat (14/12/2018) lalu. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Lima orang terduga pengedar narkoba jenis sabu-sabu ditangkap tim gabungan Polsek Bandung, Polsek Tulungagung dan Satreskoba Polres Tulungagung, Jumat (14/12/2018) kemarin.

Tiga orang ditangkap bersamaan, yaitu Sugeng Riyanto (39) warga Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung, serta Fatchurochim (31), dan Samroji (36) warga Desa Besole, Kecamatan Besuki.

“Mereka ditangkap saat akan menggelar pesta sabu-sabu di rumah Sugeng,” terang Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Sumaji, Senin (17/12/2018).

Ada Perbaikan Trotoar Di Jalan Kabupaten, Pengendara Harap Berhati-hati Bila Ingin Melintas

Kepada polisi, ketiganya mengaku mendapat sabu-sabu dari Nurcholis.

Polisi kemudian menangkap Nurcholis di rumahnya, Desa Sambidoplang, Kecamatan Sumbergempol, pukul 18.30 WIB.

Nurcholis mengaku mendapatkan sabu-sabu dari Mohammad Mashuri (41) warga Desa Balesono, Kecamatan Ngunut.

Berselang kemudian, Mashuri juga ditangkap polisi di rumahnya.

Dinilai Berkontribusi dalam Pembangunan Daerah, Kajari Kabupaten Pasuruan Raih Penghargaan Bupati

“Kami juga menyita 245 butir pil dobel L dari Sugeng,” tambah Iptu Sumaji.

Penuturan Samroji kepada penyidik, dua temannya yang punya ide pesta sabu-sabu.

Saat itu Fatcurrochim punya satu paket sabu-sabu.

Namun sabu-sabu itu dianggap tidak cukup jika untuk tiga orang.

Tahun 2019, Pemkab Malang Jamin Kesehatan 215.683 Warga Kurang Mampu di Kabupaten Malang

Samroji kemudian menyerahkan uang Rp 400 ribu ke Fatchurrochim untuk dibelikan sabu-sabu.

Dari para terduga pelaku ini, polisi menyita 245 butir pil doubel L, lima poket sabu-sabu, empat alat hisap (bong), delapan korek gas, dan dua buah pipet.

Ada juga sebuah gunting, tiga buah ponsel sebuah skop dari sedotan, sebungkus rokok LA, satu pak plstik, dan uang hasil penjualan sebesar Rp 250 ribu.

“Keberadaan mereka sudah lama dikeluhkan masyarakat. Kini mereka masih diperiksa untuk mengungkap jaringan di atasnya,” pungkas Iptu Sumaji.

Desainer Asal Batu Sulap Sampah Daur Ulang Jadi Gaun Mewah di Fashion Recycle

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved