Breaking News:

Berita Pamekasan

Jelang Akhir Tahun, Warga Pamekasan Serbu Disdukcapil Urus Surat Kependudukan, Printer Malah Lemot

Jelang Akhir Tahun, Warga Pamekasan Serbu Disdukcapil Urus Administrasi Kependudukan, Printer Malah Lemot.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Antrian panjang di loket pendaftaran Disdukcapil Kabupaten Pamekasan, Selasa (18/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Menjelang akhir tahun 2018, warga menyerbu Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Disdukcapil Kabupaten Pamekasan, untuk mengurus administrasi kependudukan.

Suyono warga dari Kecamatan Tlanakan, mengatakan, dia mengurus Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau E-KTP untuk membuat paspor. Lantaran KTP yang lama sudah tak berlaku lagi.

“KTP saya yang lama sudah tak berlaku lagi, jadi ngurus KTP Elektronik untuk mengurus paspor. Dan ini baru diurus karena empat tahun terakhir ini saya bekerja di Arab. Karena paspor beberapa bulan lagi mati masa berlakunya, jadi harus diperpanjang,” ujarnya.

Hal lain di sampaikan oleh Herman, Warga Desa Blumbungan. Dia sebenarnya mengurus perubahan administrasi kependudukan. Namun hal tersebut batal dilaksanakan, lantaran dari keterangan petugas, kuota untuk satu hari sudah penuh.

“Ini mau mengurus perubahan status dan alamat, tapi petugas pendaftaran bilang kuota untuk satu hari sudah terpenuhi. Jadi mungkin minggu depan ngurus lagi,” katanya.

Norrahman satu di antara petugas Disdukcapil Kabupaten Pamekasan mengakui bahwa pelayanan penerbitan fisik E-KTP memang kurang maksimal. Ini dikarenakan peralatan yang ada.

“Satu printer, tak stabil. Inilah penyebab kurang maksimalnya penerbitan fisik e-KTP," tegasnya.

Bahkan pada hari ini petugas hanya mampu mencetak 70 E-KTP saja. Petugas  khawatir jika dipaksakan akan terjadi kerusakan parah di mesin tersebut.

"Kalau tak ada kendala, satu printer bisa mencetak 200 keping fisik e-KTP,” imbuhnya.

Pihaknya juga telah mengantisipasi, yakni dengan menyediakan surat keterangan sementara pengganti e-KTP.

“Kalau blangko masih tersedia, hanya terkendala printernya. Tapi kita mengharap masyarakat tetap melakukan perekaman, karena untuk mengatasi kendala gangguan printer, kita siapkan surat keterangan sementara yang bisa digunakan dan berlaku selama enam bulan,” kata Norrahman.

Namun, untuk pelayanan administrasi kependudukan lainnya, lancar. Seperti surat pindah, akta kelahiran, KK atau Kartu Keluarga.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved