Breaking News:

Rumah Politik Jatim

Demi Konsistensi Dukung Prabowo-Sandi, Suhartono Kepala Desa di Mojokerto Lebih Pilih Masuk Penjara

Demi Konsistensi Dukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019, Suhartono Kepala Desa di Mojokerto Lebih Memilih Masuk Penjara.

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/DANENDRA KUSUMA
Kades Sampangagung Mojokerto Suhartono saat keluar dari Ruangan Seksi Barang Bukti Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Rabu (19/12/2018). 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Kepala Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto Suhartono, akhirnya dijebloskan ke penjara, Rabu (19/12). Ini setelah Suhartono mencabut upaya hukum bandingnya, Senin (17/12/2018) lalu. Dia akhirnya ditahan di Lapas Klas IIB Mojokerto.

Ditemui di Kantor Kejari Kabupaten Mojokerto, Suhartono mengungkapkan alasan mencabut upaya hukum bandingnya.

"Saya hanya konsisten saja. Saya tak mau bertele-tele. Intinya saya bertanggung jawab gitu aja," tegasnya, Rabu (19/12/2018).

Walaupun telah menjadi terpidana, Kepala Desa Sampangagung Kabupaten Mojokerto Suhartono menyatakan dirinya tetap konsisten terhadap pilihannya di Pilpres 2019.

Yakni, tetap keukeuh memilih dan mendukung pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari balik jeruji penjara. "Saya tetap Prabowo-Sandi," tandasnya.

Selfie Dengan Cawapres Sandi Kades Suhartono Divonis 2 Bulan, Timses Prabowo: Ini Lucu Sekali

Terbukti Pidana Pemilu Kampanye Cawapres Sandiaga Uno di Mojokerto, Kades Suhartono Divonis 2 Bulan

Pekik Jokowi Pole Menggema di Madura, Jokowi Ungkap Foto Mirip Dirinya saat Tokoh PKI Aidit Berorasi

Ingin Bangun Indonesia Adil & Sejahtera Seperti Proklamator, Sandiaga Uno Ziarah ke Makam Bung Karno

Sebelumnya, Hakim Ketua PN Mojokerto Hendra Hutabarat memvonis Suhartono 2 bulan penjara dan denda Rp 6 juta subsider 1 bulan.

Sebab, Kepala Desa Sampangagung yang akrab disapa Nono ini dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 490 juncto Pasal 282 UU RI No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Terkait denda yang dijatuhkan majelis hakim kepadanya, Suhartono berujar, "Saya sudah membayar denda," ucapnyanya singkat.

Namun, Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto Rudy Hartono mengatakan belum mendapat informasi terkait pembayaran denda itu.

"Kalaupun sudah membayar harusnya langsung diinformasikan ke kami. sehingga pada saat dibawa ke rutan, kami akan sampaikan bahwa terpidana telah membayar. Jika sudah membayar denda, terpidana akan menjalankan pidana selama 2 bulan sesuai dengan putusan," kata Rudy Hartono.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved