Berita Surabaya

Menikmati Sensasi Wahana Horor 'Stasiun Angker 1980' di Royal Plaza Surabaya

Menikmati Sensasi Wahana Horor 'Stasiun Angker 1980' di Royal Plaza Surabaya.

Penulis: Delya Oktovie | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/HABIBUR ROHMAN
Ekspresi histeris di wahana horor Stasiun Angker 1980 di Royal Plaza Surabaya, Jumat (21/12/2018). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Meski wahana 'Stasiun Angker 1980' berada di lantai 2, suara teriakan para pengunjungnya terdengar hingga lantai 1 dan 3.

Wahana horor karya Rumah Hantu Indonesia yang terletak di mal Royal Plaza Surabaya ini memang disebut-sebut sangat menyeramkan. Setidaknya itu menurut tiga sahabat Intan Nurul Aini (14), Cindy Apriliawati (14) dan Rozanah Aristawati (14).

"Tadi kami masuk wahana yang Mussimulator. Itu wahananya bentuknya mobil ambulance, lalu di sekelilingnya banyak layar yang memutar semacam film horor, terus seakan-akan ambulance-nya bergerak. Hantunya banyak sekali. Sangat-sangat seru, soalnya hantunya cara mengagetkannya luar biasa," tutur Cindy, Jumat (21/12/2018).

Sedangkan Intan bercerita dirinya sangat ketakutan ketika ada pocong yang mendekatinya.

Ia juga sempat secara tidak sengaja mendorong kuntilanak saking takutnya.

"Kuntilanak yang masuk pertama itu tidak sengaja saya dorong, habis saya takut, sukanya dekat-dekat pada saya," ujar siswi SMP Negeri 21 Surabaya tersebut.

Selain wahana ambulance, Rumah Hantu Indonesia menyediakan wahana yang dibentuk mirip gerbong kereta api, untuk menambah kesan horor Stasiun Angker 1980.

Menurut Gito Suryono, Koordinator Rumah Hantu Indonesia, wahana gerbong kereta api ini lebih menyeramkan dibandingkan ambulance, karena pengunjung harus berjalan melewati gerbong.

"Yang ambulance itu memang untuk yang tidak terlalu berani, karena modelnya simulasi, jadi ambulance-nya pura-pura jalan. Kalau yang kereta ini kan mereka harus benar-benar jalan menghindari hantu-hantu," jelasnya.

Gito dan timnya tak sembarangan memilih tema untuk wahana yang dijadikan atraksi utama mal selama masa liburan itu.

Satu di antara alasannya, adalah Surabaya memiliki banyak stasiun, sehingga akan menambah rasa takut pengunjung karena ada kedekatan dengan objek horornya.

"Lalu juga ada cerita-cerita zaman dulu, misalnya stasiun-stasiun yang jarang digunakan, itu biasanya seram. Kami memang tidak mengacu pada satu cerita. Tahun 1980 kami ambil karena pada waktu itu, stasiun tidak begitu kuno tapi juga tak terlalu modern," katanya.

Beberapa cerita yang pernah ia dengar soal stasiun angker, adalah tentang penumpang yang menunggu kereta, ketika datang kereta tampak aneh dan berhantu.

Ada pula kisah suara kereta lewat yang terdengar sangat dekat, tapi ketika dilihat ternyata tidak ada apa-apa.

Wahana yang dibuka mulai 16 Desember 2018-3 Februari 2019 itu dari data yang dimiliki Gito, mampu menarik perhatian hampir 1000 pengunjung per harinya.

Ketika akhir pekan, jumlah pengunjung bisa di atas 1000.

"Target sampai wahana berakhir ya 50.000 pengunjung. Tetapi harapannya pasti melebihi target, karena antusiasmenya juga tinggi. Tahun lalu melebihi target, dan kemarin kami buka di Bali juga melebihi target," pungkasnya.

Tiket masuk wahana horor 'Stasiun Angker 1980' untuk hari Senin-Kamis Rp 15.000, sedangkan Jumat-Minggu atau libur Rp 20.000.

Wahana dibuka mulai pukul 13.00-22.00 pada hari Senin-Kamis, Jumat 14.00-22.00, lalu Sabtu-Minggu atau libur mulai pukul 12.00-22.00. (Delya Octavie)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved