Breaking News:

Berita Surabaya

Bahaya Asap Knalpot dan Petasan bagi Kesehatan Manusia, Waspada saat Malam Tahun Baru

Umumnya, kebanyakan orang akan merayakan Tahun Baru di luar rumah, baik meniup terompet, menyalakan petasan, maupun berkonvoi.

Kolase Tribun Jabar
ilustrasi perayaan malam tahun baru 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Christine Ayu Nurchayanti

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Tahun Baru identik dengan perayaan bersama keluarga dan orang terkasih.

Umumnya, kebanyakan orang akan merayakan Tahun Baru di luar rumah, baik meniup terompet, menyalakan petasan, maupun berkonvoi.

Tapi, menyalakan petasan dan berkonvoi ternyata memiliki dampak yang kurang baik.

Asap dari petasan dan knalpot kendaraan bermotor berdampak negatif bagi kesehatan, terutama saluran pernapasan.

Disperindag Sidoarjo Bentuk Sekolah Pasar, Pesertanya Pedagang dan Pengelola Pasar Tradisional

Dokter spesialis pulmonologi (paru) Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya, dr Alfian Nur Rosyid Sp P mengungkapkan, asap knalpot dan petasan merupakan proses pembakaran yang tidak sempurna.

Menurut dr Alfian Nur Rosyid, kandungan pada pembakaran tidak sempurna, di antaranya ialah karbon monoksida (CO).

Pada malam Tahun Baru, asap yang dihasilkan dari knalpot dan petasan meningkat.

Gudang Produksi Beras di Kabupaten Tuban Mampu Hasilkan 36 Ton dalam Sehari

"Semakin banyak asap, maka semakin banyak karbon," tutur dr Alfian Nur Rosyid, Rabu (26/12/2018).

Pada rongga hidung manusia, terdapat pleksus berisi pembuluh darah yang berfungsi menghangatkan udara yang dihirup.

"Kalau asap knalpot atau petasan berupa asap panas," lanjut dr Alfian Nur Rosyid.

Pencuri Kotak Amal di Masjid Pemkab Gresik Dituntut Hukum 8 Bulan Penjara, Terdakwa Beraksi 5 Kali

dr Alfian Nur Rosyid mengatakan, dampak akut yang terjadi dari asap knalpot atau petasan adalah iritasi tenggorokan.

"Selain itu ada partikel yang mengganggu saluran nafas," lanjut dr Alfian Nur Rosyid

Bahkan pada orang dengan hipersensitif, misalnya pengidap asma, bisa menyebabkan serangan asma mendadak karena menyempitnya saluran nafas.

Tahun 2018, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tangani 221 Kasus Narkoba, Bekuk 38 Pelaku Perempuan

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved