Berita Pamekasan

Badrut Tamam Tutup 5 Tempat Hiburan dan Karaoke di Pamekasan untuk Hindari Masyarakat dari Maksiat

Badrut Tamam menyatakan, alasan menutup lima tempat hiburan dan karaoke di Pamekasan semata-mata untuk menghindarkan masyarakat dari maksiat.

Badrut Tamam Tutup 5 Tempat Hiburan dan Karaoke di Pamekasan untuk Hindari Masyarakat dari Maksiat
SURYA/MUCHSIN RASJID
Bupati Pamekasan, Badrut Tamam dan Wakil Bupati Pamekasan, Rajai, saat menempelkan stiker penutupan karaoke dan tempat hiburan di Pamekasan, Selasa (1/1/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menyatakan, alasan menutup lima tempat hiburan dan karaoke di Pamekasan semata-mata untuk menghindarkan masyarakat dari maksiat.

Badrut Tamam menyebut, pihaknya tengah berusaha dan berikhtiar agar Kabupaten Pamekasan tidak ada tempat karaoke di dalam ruangan.

Menurutnya, Perda tentang penyelenggaran hiburan dan rekreasi, saat ini belum selesai dan masih dibahas, sehingga pihaknya akan menunggu hasil keputusan.

“Mari kita tunggu keputusan perdanya. Bagaimana bunyinya, karena kami melakukan ini berangkat dari perda. Makanya, lima karaoke ini ditutup, sampai perdanya selesai,” ujar Badrut Tamam, Selasa (1/1/2018).

Tahun 2018, Kasus Narkoba di Bojonegoro Meningkat Dibanding Tahun Lalu, Polisi Juga Temukan Inex

Badrut Tamam menjelaskan, setelah Perda disahkan, pihaknya akan bertemu dengan sejumlah ormas dan pemangku kepentingan, untuk membahas batasan hiburan di Pamekasan.

Ia mengungkap, penutupan karaoke tersebut, merupakan hasil musyawarah antara forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dengan pemangku kebijakan.

Ke depannya, Badrut Tamam berharap, tidak ada lagi demo dan unjuk rasa dari warga Pamekasan yang mempersoalkan adanya hiburan dan karaoke.

Sementara itu, Badrut Tamam mengaku tidak mempermasalahkan dirinya yang turun tangan dalam menutup tempat karaoke tersebut.

Bawaslu Kabupaten Gresik Copot APK dan Banner Parpol yang Dipasang di Fasilitas Umum dan Angkot

Sebab, ia mengaku bertanggungjawab sebagai perwakilan rakyat untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat Pamekasan.

“Karena itu, saya harus melakukan sesuatu,” katanya.

Ia menyebut, penutupan karaoke ini tidak untuk membungkam kebudayaan di Pamekasan.

Menurutnya, masih ada banyak wadah dalam menyalurkan kebudayaan di Pamekasan, seperti seni melukis, seni tari, yang nantinya akan diberikan wadah dengan membangun pusat kebudayaan.

Konvoi Kendaraan saat Malam Tahun Baru di Pamekasan Tetap Digelar, Pengguna Jalan Merasa Terganggu

Penulis: Muchsin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved