Berita Lamongan

Berdalih Diludahi di Perayaan Tahun Baru, 3 Bocah di Lamongan Hajar Seorang Pemuda & Jerat Lehernya

Berdalih Diludahi Saat Perayaan Tahun Baru, 3 Bocah di Lamongan Hajar Seorang Pemuda & Jerat Lehernya.

Berdalih Diludahi di Perayaan Tahun Baru, 3 Bocah di Lamongan Hajar Seorang Pemuda & Jerat Lehernya
Net
Ilustrasi pengeroyokan 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan berhasil meringkus tiga pengeroyok Ahmad Dullah Lubab (19), pemuda asal Desa Gedongboyountung, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan yang terjadi pada pergantian malam Tahun Baru 2019.

Insiden yang melibatkan tiga tersangka yang masih dibawah umur itu terjadi di jalan Dusun Dandangan Desa Dlanggu, Kecamatan Deket, Lamongan.

"Kata tersangka merasa diludahi," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres, Aiptu Sunaryo kepada TribunJatim.com (Tribunmadura.com), Jumat (4/1/2019).

Tiga tersangka yang akhirnya berhasil diendus dan diamankan itu adalah, MN (17), NF (17) dan MR (17). Mereka pemuda asal Dandangan, Desa Dlanggu, Kecamatan Deket, Lamongan.

Pilih Acuhkan Himbauan BMKG Agar Tak Melaut, Nelayan Pamekasan: Kami Sudah Basa Jumpa Ombak 3 Meter

Perselisihan itu menurut tiga tersangka dipicu karena mereka diludahi oleh korban. Namun korban merasa tidak melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan para pelaku.

Saat perjalanan pulang dan melintas di jalan dusun itu, kemudian terjadi pengeroyokan sekitar pukul 01.30 WIB.

Satu lawan tiga, korban tak berdaya melawan para tersangka dan hingga korban mengalami luka benjol-benjol di bagian kepala serta luka leher diduga akibat bekas jeratan.

Korban pulang dan orang tua korban mendapati anaknya dalam keadaan terluka di bagian kepala dan di leher ada bekas jeratan.

Korban mengaku baru saja dikeroyok oleh orang di jalan Dusun Dandangan. Untuk sementara pagi itu diabaikan dan korban tidur hingga pagi hari.

BREAKING NEWS - Berkas Kasus Pencemaran Banser NU P21, Ahmad Dhani Segera Disidang di Surabaya

Namun keesokan harinya, orang tua korban melihat anaknya mengerang kesakitan. Bahkan membuka mulut untuk makan kesakitan.

Orang tua korban melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Polres Lamongan.

Berbekal laporan dan keterangan korban, Tim Jaka Tingkir mengembangkan penyidikan dan mengerucut pada tiga tersangka.

Tiga tersangka berhasil diendus dan diamankan di rumah masing-masing.  Sementara itu, tiga tersangkan tidak ditahan usai menjalani penyelidikan.

Sesuai pasal 32 UU RI nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak yaitu penahanan terhadap anak tidak boleh dilakukan dalam hal anak memperoleh jaminan dari orang tua atau wali.

Oleng Kemudikan Honda CRV, Sri Tabrak Pemotor di Lamongan Hingga Tewas dan Ringsekkan Rumah Warga

"Yaitu bahwa anak tidak akan melarikan diri, tidak menghilangkan atau merusak barang bukti atau tidak mengulangi tindak pidana," kata Sunaryo. (Hanif Manshuri)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved