Breaking News:

Berita Pendidikan

Maski Banyak Guru di Jatim yang Pensiun, Dinas Pendidikan Tetap Batasi Rekrutmen GTT

Maski Banyak Guru di Jatim yang Pensiun, Dinas Pendidikan Tetap Batasi Rekrutmen GTT alias Guru Tidak Tetap.

Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM/SRI WAHYUNIK
Ribuan guru tidak tetap (GTT) menggelar demonstrasi di depan Kantor Pemkab Jember, Senin (26/11/2018). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Dinas Pendidikan Jatim menerapkan kebijakan pembatasan rekrutmen Guru Tidak Tetap (GTT) sejak tahun 2017, yakni ketika peralihan kewenangan SMA/SMK beralih dari kabupaten/kote ke pemerintah provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman mengatakan, saat ini pihaknya mempunyai GTT/PTT sebanyak 21 ribu. Jumlah ini tidak bertambah dalam dua tahun terakhir.

Sebab, bertambahnya jumlah GTT atau guru honorer akan berdampak pada beban sekolah. Di samping itu, sekolah juga harus mengoptimalkan peran GTT.

Apalagi, kebutuhan guru produktif di Jatim mencapai 800 guru sampai tahun 2020.

”Makanya, kami minta sekolah tidak merekrut lagi GTT. Ya, meskipun kita tidak menampik guru-guru pensiunan ini cukup banyak. Apalagi tahun 2019 ini, yang pensiun di seluruh Jatim mencapai puluhan,” ujarnya, Senin (7/1/2019).

BREAKING NEWS - Xpander Tabrak Empat Motor di Sidoarjo, Seorang Guru Olahraga Tewas

Jika sekolah melakukan pengangkatan guru honorer hal itu harus sepengetahuan Dinas Pendidikan Jatim. Sebab, rekrutmen GTT akan melalui tes yang akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jatim.

”Sifatnya perekrutan guru honorer ini bukan mutlak kewenangan sekolah,” tegas mantan Kepala Badan Diklat Pemprov Jatim ini.

Oleh karena itu, sebagai solusi dari persoalan pengangkatan GTT, Saiful mengaku jika pihakya telah menerapkan kebijakan dengan mengangkat kembali guru pensiunan produktif untuk dijadikan guru honorer.

Namun, kebijakan tersebut juga harus melalui berbagai tahapan dan sarat untuk bisa diangkat kembali.

”Tentunya ada syarat-syaratnya yaitu kondisi sehat, skill masih mumpuni, dan kepribadian bagus. Sesuai dengan standart kompetensinya,” imbuhnya.

Terungkap, 142 Perguruan Tinggi dan 204 Program Studi di Jatim Hingga Kini Belum Terakreditasi

Selain mengangkat kembali guru pensiunan, Saiful juga mengangkat pensiunan industri sebagai guru honorer tentu saja dengan penambahan pedagogis.

Pengangkatan guru honorer muda di jurusan teknik dengan pembekalan kompetensi dan penerapan program alumni mengajar.

”Beberapa solusi kami tawarkan dan terapkan untuk menyikapi pemberhentian perekrutan guru honorer. bukan berarti kita mengesampingkan kompetensi lulusan yang masih baru dan muda-muda. Kadang persoalan di lapangan seusia mereka masih labil. Jika ada penwaran dari industri untuk jenjang karir mereka akan meninggalkan tanggung jawab mereka sebagai guru,” tegas Saiful Rachman.

Terlebih lagi, lanjut dia, guru honorer atau GTT membutuh perjuangan dan pengabdian yang tidak sembarang orang bisa menjalaninya.

Penerbit Erlangga Ngaku Besar Karena Guru, Hermanto Ingin Kompetensi Guru Naik Demi Sumber Belajar

Sementara untuk anak-anak muda freshgraduate berbicara pangabdian masih sulit. Karena jiwa muda akan terfokus pada pengembangan diri. (Surya/Sulvi Sofiana)

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved