Berita Surabaya

Sosialisasi Belum Tepat Sasaran, Angka Kebakaran di Surabaya Meningkat Tajam Tap Tahun, Ini Datanya

Sosialisasi Belum Tepat Sasaran, Angka Kebakaran di Surabaya Terus Meningkat Tajam Setiap Tahun. Inilah Data Lengkapnya.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/LUHUR PAMBUDI
Petugas Romy Sableng PMK Surabaya saat mendatangi lokasi simulasi kebakaran di RW 6, Jepara, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Selasa (8/1/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Angka kasus kebakaran di Kota Surabaya meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Masyarakat yang tidak mengerti cara menangani api saat muncul dalam fase kecil, ternyata menjadi penyebab kebakaran besar yang sering terjadi di Surabaya.

Hal itu disampaikan oleh Deni Irfandi (38), Kasi Peningkatan Kapasitas Aparatur dan Peran Serta Masyarakat PMK Surabaya saat meninjau langsung proses simulasi di RW 6 Kelurahan Jepara, Bubutan, Surabaya, Selasa (8/12/2019)

Menurut Deni, berdasarkan data yang ada, sepanjang tahun 2016 tercatat ada 350 kasus kebakaran di Surabaya. Lalu pada tahun 2017 naik menjadi 550 kasus. Dan tahun sepanjang tahun 2018 naik lagi menjadi sebanyak 850 kasus, atau naik sekitar 64 persen dibanding tahun sebelumnya.

17 Rumah di Kampung Kapasan Surabaya Ludes Dilalap Api, Risma Langsung Beraksi di Lokasi Kebakaran

Peningkatan angka itu, kata Deni, sangat memprihatinkan bagi Dinas PMK Surabaya maupun Pemkot Surabaya.

Ia menganggap, proses sosialisasi yang diterapkan selama ini masih belum tepat sasaran, dan perlu peningkatan.

Atas dasar itu, mulai tahun 2019 PMK Surabaya akan memberikan sosialisasi dan simulasi lebih intens pada masyarakat.

Termasuk mempersempit cakupan sosialisasi pada masyarakat, yang semula lingkup Kecamatan atau kelurahan, kini akan dipersempit dalam lingkup RW.

"Agar masyarakat paham betul tata caranya tanggap darurat kebakaran, dan menekan angka kebakaran tiap tahun," tandas Deni Irfandi. (Luhur Pambudi)

Bongkar Kasus Protitusi Online Libatkan 45 Artis & 100 Model, Polda Jatim Andalkan Digital Forensik

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved