Breaking News:

Berita Pendidikan

Fokus Peningkatan Mutu dan Kualitas, Pendidikan Jatim Tahun 2019 Digerojok Anggaran Rp 12 Triliun

Fokus Peningkatan Mutu dan Kualitas, Pendidikan Jatim Tahun 2019 Digerojok Anggaran Rp 12 Triliun.

Tribunnews.com
Ilustrasi siswa sekolah. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Anggaran pendidikan Jatim pada tahun 2019 ini mencapai Rp 12 triliun. Rencananya anggaran tersebut akan difokuskan untuk peningkatan mutu pendidikan, khususnya vokasi.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman mengatakan, dari total anggaran tersebut, Rp 1,3 triliun akan digunakan untuk peningkatan mutu di bidang SMK, Rp 800 miliar untuk bidang SMA, sisanya untuk pendidikan khusus dan layanan khusus (PKLK), unit pelaksana teknis, serta kesekretariatan.

”Total anggaran pendidikan Rp 12 triliun. Makin besar anggaran, sorotan juga makin tajam,” ujarnya, dalam Refleksi Pendidikan 2018 bertajuk Harmoni untuk Prestasi di kantor Dinas Pendidikan Jatim, Rabu (9/1/2018).

Maski Banyak Guru di Jatim yang Pensiun, Dinas Pendidikan Tetap Batasi Rekrutmen GTT

Selain itu, anggaran tersebut digunakan untuk 14 program prioritas tahun ini. Di antaranya bosda madrasah diniyah, bosda SMK Mini, peningkatan dan pemerataan kesejahteraan GTT dan PTT, penguatan SMK BLUD, serta SMA dual track. Ada juga SMA ketarunaan hingga peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan.

Sepanjang 2018, sejumlah prestasi sudah banyak diraih. Baik oleh guru maupun siswa. Di tingkat nasional maupun internasional.

Hal itu tidak lepas dari anggaran yang memang dikucurkan untuk peningkatan mutu tersebut. Baik untuk sarana prasarana, guru, maupun siswa.

”Peningkatan kualitas dan sarana prasarana ini masih menjadi PR kita di 2019. Peningkatan kualitas guru juga masih berlanjut,” katanya.

Didominasi Anak, Kekerasan Seksual di 2018 Naik 29 Persen, Korban Kehilangan Pekerjaan & Pendidikan

Dengan 30.000 guru SMA/SMK di Jatim sejumlah terobosan akan dilakukan untuk peningkatan mutu. Di antaranya melalui diseminasi pada kelompok guru untuk diteruskan kepada guru yang lain.

”Khusus untuk bidang vokasional, kami akan bangun diklat sendiri untuk peningkatan kapasitas,” imbuh Saiful Rachman.

Momen refleksi pendidikan tersebut dihadiri sejumlah pihak. Yakni, Dewan Pendidikan Jatim, Komisi E DPRD Jatim, serta PGRI Jatim.

Halaman
12
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved