Breaking News:

Berita Mojokerto

Satpol PP Kabupaten Mojokerto Musnahkan Miras dan Banner Reklame Tanpa Izin Hasil Razia Tahun 2018

Satpol PP Kabupaten Mojokerto musnahkan barang bukti sitaan hasil razia selama tahun 2018.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
SURYA/DANENDRA KUSUMA
Proses pemusnahan minuman keras cukrik dan bir oleh Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/1/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Satpol PP Kabupaten Mojokerto musnahkan barang bukti sitaan hasil razia selama tahun 2018 di halaman kantor Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/1/2019).

Barang sitaan Satpol PP Kabupaten Mojokerto itu berupa minuman keras cukrik, bermacam jenis bir, dan banner reklame.

Kegiatan pemusnahan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono, dan Dandim Mojokerto.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menyebutkan, barang sitaan itu merupakan kumpulan dari 53 kegiatan di tahun 2018.

Kapolres Madiun Kampanyekan Gerakan Brem Segar untuk Kurangi Angka Kecelakaan

Apabila dirinci, jumlah minuman keras tersebut sebanyak 2.500 botol atau senilai Rp 28 juta, sedangkan banner reklame sebanyak 6.500 buah. 

"Di antara minuman keras tersebut yang paling adalah cukrik. Hari ini kami musnahkan barang-barang tersebut," katanya.

Pungkasiadi menjelaskan, ribuan barang-barang tersebut telah melanggar Peraturan Daerah, sehingga petugas Satpol PP melakukan tindakan tegas dengan menyita barang tersebut.

Andik Vermansah Mengaku Masih Buka Peluang Berseragam Persebaya Surabaya, Tapi Ini Syaratnya

"Barang-barang ini disita jelas karena melanggar. Kami jual dan sudah kenakan sanksi. Untuk status hukuman juga sudah selesai ada beberapa denda juga dilakukan Satpol PP," jelasnya.

Pungkasiadi melanjutkan, barang tersebut disita dari berbagai wilayah di Kabupaten Mojokerto tanpa izin.

"Kalau minuman keras kami sita paling banyak di warung remang-remang," ucap Pungkasiadi.

Polda Jatim Dapatkan 5 Daftar Baru Nama Artis Diduga Terlibat Prostitusi Online

"Banner reklame juga melanggar peraturan karena dipasang tanpa izin. Jelas bannder cukup merugikan karena hubungannya dengan pajak," lanjutnya.

Agar angka pelanggaran perizinan dapat ditekan, pihaknya akan gencar menggelar pembinaan, penyuluhan, serta pengawasan pada tahun 2019 ini.

"Kami akan terus melakukan pembinaan. Pembinaan akan dilakukan semua lini," pungkasnya. 

Tiffany Girls Generation Siap Lahir kembali Lewat Album Terbaru usai Kontroversi Utang Ayahnya

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved