Breaking News:

Berita Pamekasan

Kasus Dugaan Penganiayaan Wartawan di Pamekasan Lanjut, Pengacara Memo Online Konsultasi Dewan Pers

Kasus Dugaan Penganiayaan Wartawan di Pamekasan Berlanjut, Pengacara Memo Online Akan Konsultasi Dewan Pers.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Jalaluddin laporkan oknum Ketua Pokmas Desa Plakpak ke Polres Pamekasan, Senin (7/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Kasus dugaan penganiayaan wartawan oleh salah satu ketua Pokmas di Pamekasan terus berlanjut.

Tim hukum Redaksi Memoonline.co.id akan mengkonsultasikan kasus tersebut ke Dewan Pers.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk keseriusan melakukan pengawalan kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawannya.

"Dalam waktu dekat ini kita akan berkonsultasi dengan Dewan Pers, khususnya bidang Advokasi," kata Rausi Samorano, Tim Kuasa Hukum Redaksi Memoonline.co.id, Minggu (13/1/2019).

Diduga Aniaya Wartawan, Seorang Ketua Pokmas di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi

Menurutnya, bila dilihat dari duduk perkaranya, tindakan yang dilakukan oleh oknum Ketua Pokmas dianggap telah menyalahi Undang-undang.

"Kami minta secepatnya penyidik untuk segera meningkatkan status kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan. Karena sudah jelas lokus deliktienya, temposnya dan pelaku utamanya," jelas Rausi Samorano.

Dikatakan, beberapa waktu lalu tim kuasa hukum Memo Online telah melakukan kajian terkait persoalan tersebut.

Jurnalis Pamekasan Gelar Aksi untuk Desak Polisi Usut Tuntas Penganiayaan Wartawan di Pegantenan

"Bukti bukti juga sudah cukup, berupa rekaman dan keterangan serta laporan polisi. Kami akan kawal terus kasus ini hingga ada putusan yang jelas dari Peradilan," tegasnya.

Untuk diketahui, peristiwa kekerasan itu terjadi di Balai Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan Senin, (7/1/2019) sekitar pukul 10.30 WIB, saat Ahmad Jalaluddin Faisol (22) melakukan peliputan kegiatan pekerjaan proyek rekonstruksi penahan tebing dan pokmas di Desa Plakpak.

Saat itu Faisol sapaan akrabnya mengaku mendapat tindak kekerasan dengan cara dicekik lehernya oleh oknum ketua Pokmas.

Aksi tersebut sempat direkam oleh Faisol. Akibat dianiaya, Faisol mengalami luka gores pada leher bagian kiri dan langsung melaporkan ke Polres Pamekasan dengan surat bukti lapor LP/10/1/2019/Jatim/Res Pmk tanggal 07 Januari 2019.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab aksi kekerasan tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved