Rumah Politik Jatim

Survei Charta Politika, Elektabilitas Jokowi-Makruf Terus Naik di Jatim, Tapi Sulit Tembus Madura

Hasil Survei Charta Politika, Tren Elektabilitas Jokowi-Makruf Amin Terus Naik di Jatim, Tapi Masih Sulit Tembus Madura.

Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/SOFYAN ARIF CHANDRA SAKTI
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya (tiga dari kanan) bersama TKD Jokowi-Makruf Amin Jatim, Selasa (15/1/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Makruf Amin di Jatim bekerjasama dengan Charta Politika untuk mengukur elektabilitas pasangan Capres dan cawapres nomor urut 01 tersebut.

Tujuan kerjasama, untuk memetakan kekuatan Jokowi-Makruf Amin di Jatim, sehingga TKD Jatim mempunyai peta yang jelas untuk menyusun strategi pemenangan dalam Pilpres 2019 yang digelar 17 April nanti.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, dari survei yang dilakukan lembaganya menunjukkan, bahwa elektabilitas politik Jokowi-Makruf lebih unggul dibandingkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno,

"Paslon nomor urut 01 meraih 54 persen suara. Sedangkan paslon nomor urut 02 hanya mendapat 30 persen suara," bebernya, Selasa (15/1/2019).

Berdasar hasil survei tersebut, suara yang diraih Jokowi-Makruf Amin di Jatim ada selisih 24 persen dibandingkan Prabowo-Sandi di Jatim. Ini berarti, naik 10 persen pasca penetapan paslon oleh KPU.

"Karena waktu penetapan (oleh KPU) dulu selisihnya kan masih 14 persen," jelasnya.

Galang Suara di Sumenep, Khofifah Yakin Jokowi-Makruf Amin Menang di Madura Diatas 20 Persen

Angkat Negatif Campaign, Dosen Madura ini Sebut Pidato Kebangsaan Prabowo Kurang Daya persuasifnya

Melihat tren positif tersebut, bukan tidak mungkin elektabilitas Jokowi-Makruf Amin akan terus naik di Jatim untuk meninggalkan Prabowo-Sandi.

Meksi begitu, Yunarto menyebut, kubu Prabowo-Sandi mempunyai beberapa isu yang bisa menahan naiknya elektabilitas tersebut, bahkan mengejar ketertinggalannya.

Seperti isu SARA, PKI, Tenaga Kerja Asing (TKA) dan hutang negara.

"Itu menjadi pekerjaan rumah TKN dan TKD, bagaimana untuk meredam isu tersebut untuk mempertahankan keunggulan," tandas Yunarto Wijaya.

Yunarto Wijaya menambahkan, elektabilitas Jokowi-Makruf Amin yang lebih unggul dibandingkan Prabowo-Sandi terjadi hampir di semua wilayah Jatim.

Himpunan Lora Madura Dukung Jokowi-Makruf Amin, Langsung Bentuk Koordinator Pemenangan Tiap Wilayah

Yakin Jokowi-Makruf Kuasai Tema Debat Pertama, Ketua Timses Jokowi: Yang Nyulik Aktivis 1998 Siapa?

Dia menyebutkan, dari hasil tersebut Jokowi-Makruf Amin menguasai hampir semua kawasan Jatim, terutama wilayah Mataraman.

"Daerah Mataraman dan Tapal Kuda ini unggul, apalagi di daerah Mataraman (Jokowi-Makruf) di atas angin. Saya kira keunggulan juga terjadi di Jawa Tengah dan Indonesia Timur," imbuhnya.

Sementara untuk wilayah di Pulau Madura yang merupakan basis Prabowo di Pilpres 2014, Yunarto Wijaya mengatakan Jokowi-Makruf Amin masih kesulitan untuk menembusnya.

"Beberapa usaha sudah dilakukan jembatan Suramadu di nolkan (gratiskan), tapi gaungnya belum terasa," tegasnya.

Namun begitu, hasil tersebut masih sangat dinamis, mengingat pertarungan Pilpres dan Pileg 2019 baru akan mulai memuncak di bulan Januari 2019 ini, hingga dijelasnya coblosan bulan April nanti.

Jokowi-Makruf Amin Tertinggal di Madura, PDIP Sebut Ada yang Belokkan Informasi Kesuksesan Jokowi

Inilah Lima Reorientasi Pembangunan, yang Ditawarkan Prabowo Subianto Jika Terpilih di Pilpres 2019

"Karena saya dengar Januari ini semua caleg (calon legislatif) juga akan mulai turun langsung dan selama tim partai langsung turun, potensi perubahan akan ada," ungkapnya. (TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra Sakti)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved