Breaking News:

Berita Tuban

Dishub Tuban Sebut Banyak Tawaran Studi Banding dari Daerah Lain usai Parkir Berlangganannya Efektif

Tahun 2018 target retribusi parkir Rp 7.824.080.000, namun yang didapat justru mencapai Rp 8.390.254.000.

Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
SURYA/M SUDARSONO
Suasana lokasi parkir berlangganan di depan kantor pengadilan agama, Kabupaten Tuban, Selasa (15/1/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Parkir berlangganan di Kabupaten Tuban dinilai efektif dalam menyumbang pendapatan daerah.

Pasalnya, di tahun 2018 target retribusi parkir Rp 7.824.080.000, namun yang didapat justru mencapai Rp 8.390.254.000.

Atas capaian tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban selaku leading sektor menarget, tahun 2019 retribusi parkir berlangganan nilainya mencapai Rp 8.261.840.000.

Jumlah itu meningkat sekitar Rp 400 juta dibandingkan dengan target retribusi parkir berlangganan tahun 2018.

Pencuri Motor di Taman Sidoarjo Ditangkap setelah Terciduk Menuntun Kendaraan Hasil Curiannya

Keberhasilan mengelola parkir berlangganan itu membuat Dishub Tuban menjadi percontohan daerah lain, hingga beberapa daerah melakukan studi banding.

"Beberapa daerah di luar Jatim sudah studi banding di Dishub Tuban," Kata Sekretaris Dishub Tuban, Gunadi, saat dikonfirmasi, Kamis (17/1/2019).

Gunadi menjelaskan, adapun daerah itu adalah Rembang Jawa Tengah, Dompu NTB, dan Tangerang, sebanyak dua kali.

Probolinggo Dapat Alokasi 83.235 Ton Pupuk Bersubsidi untuk 24 Kecamatan pada Tahun 2019

Sedangkan daerah yang baru komunikasi melalui telepon yaitu Pasuruan, Probolinggo, dan Bandung, serta kabupaten dari Kalimantan.

"Ya karena dinilai efektif, beberapa daerah berkunjung untuk studi banding di Tuban. Bahkan, daerah jatim yang sudah lebih dulu menerapkan parkir berlangganan tertarik untuk merubah seperti konsep Tuban," Ppngkasnya.

Adapun konsep parkir berlangganan Dishub Tuban, yaitu dalam pembayaran retribusi parkir dilakukan bersamaan dengan pajak tahunan kendaraan di Samsat.

Brand Luar yang Produksi di Indonesia Dinilai Tak Ganggu Industri Alas Kaki Lokal

Sehingga uang retribusi secara otomatis masuk ke kas daerah, dan tidak mungkin terjadi kebocoran. 

Untuk retribusi sepeda motor per tahun Rp 20 ribu, mobil penumpang atau barang per tahun Rp 40 ribu, dan kendaraan bus atau truk Rp 60 ribu.

Parkir berlangganan ini berlaku selama setahun. Pemilik kendaraan plat S Tuban dibebaskan bayar parkir di lahan yang dalam pengelolaan dan pengawasan Dishub.(nok)

Masuknya Investasi Asing di Industri Alas Kaki Dinilai Beri Dampak Positif bagi Produk Indonesia

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved