Breaking News:

Berita Sumenep

Terjang Sumenep, Angin Kencang Luluh Lantakan Bangunan Madrasah & Pondok Pesantren di Pulau Sapeken

Terjang Sumenep, Angin Kencang Luluh Lantakan Bangunan Madrasah dan Pondok Pesantren di Pulau Sapeken.

TRIBUNMADURA/MOHAMMAD RIFAI
Bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) di Pulau Sepangkur Besar, Desa Sabuntan, Kecamatan/Pulau Sapeken, Sumenep, yang ambruk akibat angin kencang, Selasa (22/1/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Angin kencang yang melanda kepulauan Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, sejak Senin malam (21/1/2019) meluluhlantakan sebuah bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) yang berada di Pulau Sepangkur Besar, Desa Sabuntan, Kecamatan/Kepulauan SapekenSelasa (22/1/2019) sekitar pukul 03.00 dinihari.

Beruntung, saat bangunan utama MI Nurul Islam ambruk, tidak ada kegiatan belajar mengajar. Karena semua siswa sudah pulang ke rumah dan pondok masing-masing.

Namun, total kerugian material akibat bangunan sekolah atau madrasah yang roboh diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. 

Pengasuh Ponpes Nurul Islam KH Tohayyan Nur Masyhuri, menceritakan, malam itu memang terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang.

Semua warga termasuk para santrinya di kepulauan itu terpaksa keluar rumah dan mencari tanah lapang untuk menghindari dan berjaga-jaga jika ada musibah atau bencana datang. 

“Semua warga siaga, mencari tempat aman, karena angin kencang menderu-deru seperti badai,” ujarnya. 

Semakin malam, suasana di kepulauan Sapangkor semakin mencekam. Hembusan angin semakin kencang hingga akhirnya terdengar bunyi brukk yang dari arah bangunan sekolah yang terletak di samping pondok.

Kontan saja pengasuh dan pengurus ponpes termasuk santri berhamburan mencari sumber bunyi brukk.

Ternyata seluruh atap bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang terdiri dari 4 lokal ruang kelas sudah ambruk rata dengan tanah. 

“Angin kencang menerbangkan atap dan genting madrasah, bahkan sebagian tembok madrasah roboh. Hingga atap madrasah yang tiggal rancangan kayunya pun rata dengan tanah,” jelasnya.

Menurut KH Tohayyan Nur Masyhuri, ambruknya atap madrasah dan tembok bangunan juga menghancurkan hampir semua bangku siswa dan peralatan pembelajaran di sekolah.

“Kami tidak bisa menyelamatkan barang-barang di dalam kelas, karena kejadiannya pas dini hari. Lagi pula kami pun semua siaga bencana,” imbuhnya.

Terhadap terjadi bencana yang menimpa MI Nurul Islam, pihak Ponpes dan Kepala MI Nurul Islam telah melaporkan ke pihak PPAI (Pengawas Pendidikan Agama Islam) Kantor Kementeruan Agama, Kecamatan Sapeken.

Dirinya juga sudah menyampaikan ke pemeritah Kecamatan Sapeken, untuk disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Sumenep

“Laporan ke PPAI terkait dengan kegiatan belajar mengajar di MI yang terkendala musibah bangunan ambruk. Sedang ke BPPD untuk kemungkinan mendapat respon dari Pemkab Sumenep,” tegas Moh Syafrawi, Kepala Sekolah MI Nurul Islam. (Mohammad Rifai)

Penulis: Mohammad Rifai
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved