Breaking News:

Berita Tulungagung

Sepuluh Siswa SMPN 1 Tulungagung Terserang Penyakit Demam Berdarah, Sekolah Langsung Minta Diasapi

Sepuluh Siswa SMPN 1 Tulungagung Terserang Penyakit Demam Berdarah, Sekolah Langsung Minta Diasapi.

TRIBUNMADURA/DAVID YOHANES
Pengasapan di SMPN 1 Tulungagung untuk membasmi nyamuk penyebab penyakit demam berdarah, Rabu (23/1/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Dua petugas operator mesin fogging (pengasapan) bergerak dari satu kelas ke kelas yang lain di SMPN 1 Tulungagung, Jalan Basuki Rahmat Tulungagung, Rabu (23/1/2019) sore.

Pengasapan dilakukan saat para siswa sudah pulang. Mulai dari kelas di lantai 2, kemudian di lantai bawah.

Pengasapan dulu meliputi ruang guru, ruang kepala sekolah, taman area dalam, hingga ke taman yang ada di depan sekolah.

Pengasapan dilakukan, karena ada 10 siswa di sekolah ini yang diserang demam berdarah dengue (DBD).

Pihak sekolah melakukan pengasapan sebagai antisipasi agar tidak ada penularan DBD ke siswa lain.

“Sebenarnya belum diketahui, mereka digigit nyamuk di sekolah atau di rumah masing-masing. Tapi kami lakukan antisipasi dengan pengasapan,” terang Kepala SMPN 1 Tulungagung, Fauji.

Masuk Ranking Jatim, Kasus Penyakit Demam Berdarah di Tulungagung Tembus Ratusan, 3 Orang Meninggal

Lanjut Fauji, para siswa yang terserang DBD sejak dua minggu belakangan.

Pihak sekolah yang melakukan penelusuran menemukan fakta, para siswa yang tidak masuk sakit karena gigitan nyamuk aedes aegypti ini.

Mereka berasal dari berbagai wilayah di Tulungagung, dan juga merata dari kelas VII hingga kelas IX.

“Awalnya kami lapor ke Puskesmas Sembung, karena kami kan di bawah wilayah Sembung. Kemudian diteruskan ke Dinas Kesehatan, dan diputuskan untuk dilakukan pengasapan,” sambung Fauji.

Fauji saat upacara bendera telah meminta para siswa, TU dan para guru untuk menjaga lingkungan kelas dan sekolah.

Selain itu di rumah juga diharapkan melakukan hal serupa, utamanya membersihkan tempat-tempat yang bisa dipakai bertelur nyamuk.

Awas, Stres dan Sedikit Mengkonsumsi Sayur Bisa Jadi Pemicu Resiko Kanker Usus

Selanjutnya pihak sekolah akan memantau kondisi selepas pengasapan.

“Jika nanti misalnya masih ada temuan lagi, kami akan melakukan evaluasi selanjutnya,” pungkas Fauji. (David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved