Breaking News:

Berita Malang

Terjadi Berbarengan, Hujan Lebat dan Angin Puting Beliung Terjang 5 Kecamatan di Kabupaten Malang

Terjadi Berbarengan, Hujan Lebat dan Angin Puting Beliung Terjang 5 Kecamatan di Kabupaten Malang.

TRIBUNMADURA/IST
Pohon tumbang akibat angin kencang di sejumlah wilayah di Kabupaten Malang. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Sejumlah wilayah di Kabupaten Malang hujan deras yang disertai angin puting beliung.

Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Mudji mengatakan, terdapat setidaknya lima kecamatan yang diguyur hujan lebat disertai angin kencang tersebut.

Kejadian pertama terjadi di Dusun Boro Jambangan, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, pada Selasa malam sekira pukul 23.00 WIB.

Akibatnya, kedua rumah milik  Andik Wijaya (42) dan Sholeh (45) warga setempat alami kerusakan ringan.

Lalu beberapa wilayah lain juga diterpa kejadian serupa. Diantaranya, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo dan Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang. Beruntung tak ada korban jiwa da hanya 3 rumah alami kerusakan ringan di Desa Purwosari.

"Di dua Kecamatan ini (Ngantang dan Tirtoyudo) hujan deras yang disertai angin kencang terjadi berbarengan, sekitar pukul 22.30 WIB," ujar Mudji ketika dikonfirmasi, Rabu (23/1/2019).

Di hari dan sekitar jam yang sama, dua rumah di Dusun Sanan, Desa Ngasem, Kecamatan Ngajum juga alami kerusakan di bagian atap, akibat kejadian yang sama.

Rumah tersebut dimiliki oleh Abdul Wanan (58) dan juga Mukminah (53) warga setempat.

Tak luput dari terjangan angin, sebuah pohon Satu pohon jenis tanjung berdiameter sekitar 70 Cm tumbang di Jalan Jalibar, Kepanjen.

"Beruntung tak ada korban jiwa dan petugas langsung membersihkan area pohon tumbang," jelas Mudji.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso memprediksi cuaca hujan disertai masih kemungkinan akan terjadi.

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

"Ini juga akibat fenomena jeda Monsun, sehingga timbul awan cumulonimbus," kata Kepala Seksi Observasi Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso, Anung Suprayitno, ketika dikonfirmasi, Rabu (23/1/2019).

Menurut Anung, awan-awan cumulonimbus itulah yang mengakibatkan timbulnya peristiwa seperti angin puting beliung, hujan intensitas lebat dan petir.

"Alurnya seperti itu. Biasanya cuaca ekstrim tersebut muncul saat awal musim hujan," tegasnya. (Erwin Wicaksono)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved