Berita Surabaya

Diupah Rp 1 Juta per Motor, Debt Collector di Surabaya Rampas Paksa hingga Aniaya Kreditur Menunggak

Namun, aksinya terhenti saat polisi menangkap dua dari empat debt collector, Faisol dan Halim.

Diupah Rp 1 Juta per Motor, Debt Collector di Surabaya Rampas Paksa hingga Aniaya Kreditur Menunggak
Tribunnews.com
Ilustrasi 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Cara kekerasan digunakan empat debt collector di Surabaya untuk menarik paksa motor kreditur yang menunggak.

Namun, aksinya terhenti saat polisi menangkap dua dari empat debt collector, Faisol dan Halim.

Debt collector freelance ini mengaku, memiliki nama-nama dan plat nomer kendaraan yang tengah bermasalah dengan kredit.

2 Debt Collector di Surabaya Dibekuk Polisi, Diduga Rampas Paksa Motor dan Aniaya Krediturnya

Pria yang Gantung Diri di Surabaya Diduga Tertekan karena Kurang Dapat Perhatian Orangtua

"Baru satu kali ini (pakai kekerasan), saya dikasih uang Rp 1 juta. Saya khilaf pak," kata Faisol.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan, dari pekerjaannya itu, tersangka memegang data-data di laptop berisi nama-nama pemilik motor menunggak.

Mereka kemudian merencanakan penarikan kepada pemilik motor NMax yang sudah dibuntutinya hingga ke arah jalan Ir Soekarno.

Pria Bujang di Surabaya Gantung Diri, Sempat Pamit Keluarga Akhiri Hidup Lewat Sebuah Surat

Puluhan Pelaku Kasus Narkoba Ditangkap di Surabaya dalam 2 Pekan, 5 di antaranya Perempuan

Sesampainya di lokasi, korban justru dipukul dan dicekik.

Sementara motor miliknya dibawa kabur oleh kedua pelaku.

"Ada sekitar enam motor yang kami sita," kata AKBP Sudamiran.

Kebakaran di Bojonegoro, Rumah Milik Warga Setempat Hangus Dilahap Api Akibat Konsleting Listrik

Babak 32 Besar Piala Indonesia, Arema FC dalam Keadaan Percaya Diri Jamu Persita Tangerang

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved