Berita Malang

Penipuan Jual Beli Ponsel di Malang, Ibu Satu Anak Raup Keuntungan Ratusan Juta Rupiah

Pelaku bernama Dwi Rohanita (32) warga Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang itu, menipu sejumlah counter ponsel yang ia hubungi.

t-nation.com
ilustrasi 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG -  Seorang karyawan baru sebuah tempat penjualan ponsel meraup ratusan juta rupiah dengan cara menipu.

Pelaku bernama Dwi Rohanita (32) warga Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang itu, menipu sejumlah counter ponsel yang ia hubungi.

Dirinya diduga melakukan penipuan dengan modus memesan atau membeli sejumlah ponsel kepada promotor ponsel di sejumlah counter.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri menjelaskan, pelaku meyakinkan korban dengan mengaku akan ada instansi yang memesan ponsel.

Sebuah Warung di Mojokerto Rusak Tertimpa Pohon Tumbang usai Diguyur Hujan dan Angin Kencang

Fenomena Kasus Bunuh Diri di Surabaya, Waspada Faktor dan Kombinasi Pemicunya

AKBP Asfuri mengatakan, sejauh ia beraksi, sudah ada 38 ponsel dengan berbagai merek yang ia dapat.

“Selanjutnya, barang barang itu dijual dengan harga dibawah pasaran,” ujar AKBP Asfuri, Jumat (25/1/2019).

Namun aksi pelaku tidak berlangsung lama seusai seorang korban yang melapor ke Polres Malang Kota.

PT Pos Pamekasan Tarik 448 Tabloid Indonesia Barokah yang Tersebar di 13 Kecamatan

Tanggul Lumpur Sidoarjo Kritis usai Diguyur Hujan Deras, Warga Sekitar Mengaku Resah

Ibu satu anak ini, ditangkap polisi di rumahnya pada Kamis (10/1/2019).

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti beberapa lembar kwitansi pembelian dan bukti lainya.

AKBP Asfuri menilai, aksi pelaku cukup mulus lantaran dirinya promotor ponsel sehingga mengetahui seluk beluk soal jual beli ponsel.

Vanessa Angel Kembali Mangkir Panggilan Polda Jatim, Kuasa Hukum Sebut Kliennya sedang Sakit

Sepeda Motor Matic Jadi Tren Masyarakat, Honda PCX Catat Penjualan Capai 3.000 Unit Tiap bulannya

"Tersangka ini bekerja sebagai promotor ponsel, jadi sudah dikenal. Sehingga, beberapa konter yang dipesani ponsel percaya saja. Ia beralasan ada intansi yang memesan barang," jelas dia.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku membutuhkan uang untuk kebutuhan hidup. 

"Tersangka dikenakan pasal 379 KUHP, dengan ancaman 4 tahun penjara," tutup AKBP Asfuri. (Benni Indo)

Kantor Pos Madiun Tunda Pengiriman 3 Karung Isi Tabloid Indonesia Barokah dari SPP Surabaya

Sejumlah Masjid dan Ponpes di Kabupaten Madiun Dapat Kiriman Tabloid Indonesia Barokah

Penulis: Benni Indo
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved