Berita Malang

Dibilang Dapat Bantuan Mendikbub Ratusan Juta, Kasek di Kota Malang Ketipu 45 Juta Menyaru Kadindik

Dibilang Dapat Sumbangan Mendikbub Ratusan Juta, Kasek di Kota Malang Ketipu Rp 45 Juta Menyaru Kadindik.

Dibilang Dapat Bantuan Mendikbub Ratusan Juta, Kasek di Kota Malang Ketipu 45 Juta Menyaru Kadindik
TRIBUNMADURA/BENNI INDO
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG – Jumat (25/1/2019) pagi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah dikejutkan dengan kehadiran seorang kepala sekolah swasta yang juga seorang biarawati di lingkungan kerjanya.

Kepala sekolah itu membuat Zubaidah kaget ketika mengatakan telah mengirim uang sebanyak Rp 45 juta lewat rekening bank.

“Saya kaget. Langsung saya teriak karena saya tidak pernah menyuruh. Saya juga tidak tahu nomor ponselnya ibu itu,” ujar Zubaidah, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (28/1/2019).

Pagi itu, Zubaidah sebetulnya akan menghadiri rapat. Namun, begitu mendapat informasi dari seorang kepala sekolah itu, ia pun tidak bisa ikut rapat.

Zubaidah lantas mengajak bicara kepala sekolah yang baru beberapa bulan menjabat di sebuah sekolah swasta di Kota Malang itu. Kemudian, kepala sekolah berinisial MR itu dianjurkan untuk melapor ke Polres Malang Kota.

Menurut Zubaidah, dirinya tidak pernah meminta-minta kepada kepala sekolah. Ia juga menyarankan agar kepala sekolah tidak mudah tertipu, apalagi dengan iming-iming bonus ratusan juta rupiah.

“Dalam sejarah hidup, saya tidak pernah meminta ke sekolah. Saya sudah bekerja 35 tahun dan tidak pernah minta-minta begitu,” tegasnya.

Penipuan Jual Beli Ponsel di Malang, Ibu Satu Anak Raup Keuntungan Ratusan Juta Rupiah

Rachmawati Soekarno Putri Dilaporkan ke Polda Jatim Terkait Dugaan Penipuan Invest Properti di Batu

Ditelepon Orang Misterius, Belasan Orangtua Siswa SDN 1 Kartoharjo Kota Madiun Jadi Korban Penipuan

Modus Beli Mobil Jaminkan Mobil Orang Lain, Korban Penipuan YF Bertambah, Juga Korban Tsunami Palu

Diakui Zubaidah, sudah banyak peristiwa serupa terjadi. Modusnya pun juga tidak jauh berbeda, yaitu tentang pemberian bonus dengan nilai yang banyak.

Setiap kali ada kejadian, korban langsung melapor ke polisi. Namun sejauh ini, Zubaidah belum mendapat laporan adanya kasus yang tuntas dituntut.

“Mungkin mereka tidak ngabari saya. Tapi selalu kami laporkan ke polisi setiap kali ada kejadian,” paparnya.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved